JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah China mendorong para produsen mobil untuk menggunakan lebih banyak material hasil daur ulang. Bukan hanya pada komponen plastik, tapi juga baja hingga baterai. Dikutip dari Carnewschina.com, Jumat (2/1/2026), otoritas ekonomi dan industri China merilis rencana kebijakan baru lintas kementerian untuk memperluas penggunaan material daur ulang di berbagai sektor manufaktur. Produksi pabrik Chery di Wuhu, China Industri otomotif ditetapkan sebagai salah satu area aplikasi utama. Kebijakan Baru Kebijakan ini menguraikan langkah-langkah untuk memperkuat pasokan material daur ulang, meningkatkan standar penerapan, serta memperluas adopsinya di seluruh proses produksi kendaraan dan rantai pasok terkait. Fasilitas pabrik Chery di Wuhu, China Berdasarkan "Recycled Materials Application Promotion Action Plan", Pemerintah China menargetkan peningkatan penggunaan material daur ulang dalam manufaktur otomotif, bersama dengan industri lain, seperti elektronik, baterai, tekstil, dan kemasan. Untuk sektor otomotif, kebijakan ini mendorong produsen menerapkan lebih banyak material daur ulang dalam produksi kendaraan selama memenuhi persyaratan teknis dan regulasi. Langkah tersebut mencakup perluasan penggunaan baja daur ulang, aluminium, plastik, dan material sekunder lainnya pada bodi kendaraan, komponen struktural, bagian interior, serta sistem nonkritis. Ilustrasi pabrik Changan Koordinasi Rantai Daur Ulang Dokumen ini juga menyerukan koordinasi yang lebih erat antara pabrikan otomotif, perusahaan pembongkaran kendaraan, perusahaan daur ulang, dan pengolah material untuk membentuk rantai daur ulang dan pemanfaatan ulang yang lebih terintegrasi. Ilustrasi pabrik MG yang memproduksi mobil listrik Rencana ini menyoroti pentingnya peningkatan efisiensi daur ulang dari kendaraan yang telah mencapai akhir masa pakainya. Otoritas berupaya mendorong standardisasi proses pembongkaran kendaraan, peningkatan tingkat pemulihan material yang masih dapat dimanfaatkan, serta penguatan kemampuan pengolahan logam dan plastik otomotif hasil daur ulang. langkah ini ditujukan untuk mendukung pasokan bahan baku yang stabil bagi pabrikan otomotif sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku primer. Prioritas Baterai Kendaraan Listrik Produksi baterai juga menjadi area prioritas bagi industri otomotif. Kebijakan tersebut mendorong peningkatan penggunaan material daur ulang dalam manufaktur baterai serta penguatan sistem daur ulang baterai bekas. Seiring meningkatnya penetrasi kendaraan elektrifikasi di pasar China, regulator memandang baterai sebagai sumber material yang dapat dipulihkan dalam jumlah besar dan diintegrasikan kembali ke dalam siklus produksi. Tujuan jangka panjang kebijakan ini mencakup terbentuknya sistem daur ulang limbah nasional yang lebih komprehensif serta penerimaan yang lebih luas terhadap material daur ulang sebagai input standar dalam produksi industri. Bagi industri otomotif, hal ini akan mendukung integrasi praktik produksi sirkular yang lebih mendalam, mulai dari tahap desain kendaraan, manufaktur, hingga pengolahan kendaraan di akhir masa pakai. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang