Chery Automobile memperkenalkan baterai solid-state terbaru yang diklaim mampu menghadirkan jarak tempuh sangat jauh pada mobil listrik. Baterai tersebut diberi nama Rhino dan memiliki kepadatan energi hingga 600 Wh/kg. Baterai ini diklaim mampu membawa kendaraan melaju hingga 1.500 km dalam sekali pengisian daya. Teknologi baterainya dijadwalkan memasuki tahap produksi awal tahun ini, kemudian diuji coba pada model Exeed ES8 mulai tahun depan atau 2027. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Chery mempercepat pengembangan baterai solid-state, yang dinilai sebagai teknologi masa depan kendaraan listrik meski masih menghadapi berbagai tantangan. Exeed ES8 Wakil Presiden Chery, Gu Chunshan, mengatakan total investasi riset dan pengembangan diperkirakan melampaui 10 miliar yuan atau sekitar Rp 21 triliun (kurs sekitar Rp 2.100 per yuan). Chery juga akan memperkuat tim riset baterai solid-state menjadi lebih dari 1.200 orang dalam dua tahun ke depan, dengan mayoritas berpendidikan magister dan doktor. Selain itu, perusahaan menyiapkan pembangunan laboratorium canggih, lini produksi percontohan, serta ekosistem industri terintegrasi guna mendukung pengembangan teknologi tersebut. “Tidak ada batas atas untuk riset dan pengembangan baterai solid-state,” ujar Gu, dikutip dari Yicai Global, Selasa (24/3/2026). Ilustrasi baterai mobil listrik Saat ini, Chery sebetulnya memproduksi sel baterai solid-state dalam berbagai tingkat kepadatan energi yang masih menjalani proses pengujian. Adapun pada seri Rhino Battery S, terdapat dua varian utama. Pertama, sel berkapasitas 60 Ah dengan kepadatan energi 400 Wh/kg yang menggunakan elektrolit padat berbasis sulfida dan katoda ternary nikel tinggi. Kedua, varian dengan kepadatan 600 Wh/kg yang menggunakan elektrolit padat berbasis polimer dan katoda mangan kaya lithium. Varian dengan kepadatan energi lebih tinggi ini diproyeksikan mampu menembus jarak tempuh lebih dari 1.500 km, dengan target pengujian selesai pada 2027. Exeed ES7 GT Selain baterai solid-state, dikutip dari Battery Tech, Chery juga menyiapkan teknologi lain untuk model kendaraan mendatang. Sedan Exeed ES akan menggunakan baterai Rhino berbasis elektrolit cair, sementara SUV lima penumpang Exeed EX7 akan dibekali baterai semi-solid-state pada kuartal keempat tahun ini. Baterai berbasis cair tersebut mendukung pengisian daya ultra cepat hingga 1.200 kW. Dengan teknologi ini, kendaraan dapat menambah jarak tempuh sekitar 500 km hanya dalam waktu sekitar delapan menit. Selain itu, baterai ini juga diklaim memiliki ekspansi volume yang lebih rendah hingga 10 persen, serta masa pakai mencapai sekitar 5.000 siklus pengisian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang