Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 17 Mei 2026. Penghentian sementara dilakukan karena masih adanya sejumlah catatan evaluasi dari pelaksanaan perdana CFD di kawasan tersebut. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebut CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar mulai Juni 2026 setelah berbagai perbaikan dan penataan selesai dilakukan. Perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Sirih, Jakarta, yang sebelumnya menjadi lokasi car free day telah bisa dilewati kendaraan bermotor, Minggu (5/6/2022) sekitar pukul 10.20 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pelaksanaan HBKB di koridor Rasuna Said masih membutuhkan pembenahan di sejumlah titik. “HBKB di Jalan HR Rasuna Said direncanakan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30-09.00 WIB,” ujar Syafrin, dikutip dari keterangannya, Minggu (17/5/2026). Banyak Catatan Evaluasi di Lapangan Menurut Syafrin, pelaksanaan CFD pada 10 Mei 2026 lalu masih menyisakan berbagai kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah belum tersedianya titik putar kendaraan di sisi timur dan barat koridor. Selain itu, pembatas jalur Transjakarta juga belum terpasang sepenuhnya. Dishub DKI pun masih menemukan parkir liar di sejumlah titik selama pelaksanaan CFD berlangsung. Permasalahan lain muncul dari penataan UMKM yang dinilai belum tertib karena aktivitas pedagang meluas hingga badan jalan. Di saat bersamaan, sejumlah proyek pekerjaan jalan pada jalur alternatif juga masih menyebabkan kemacetan kendaraan di sekitar lokasi. Ilustrasi Jalan HR Rasuna Said di Jakarta Selatan. Dishub DKI juga mencatat adanya perbedaan level ketinggian jalan usai pembongkaran tiang monorel. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan saat CFD berlangsung. Tak hanya itu, penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival membuat sebagian pelari dan pesepeda menggunakan lajur bus Transjakarta. “Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” katanya. Warga melakukan lari pagi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/1/2025). Dinilai Tetap Bermanfaat untuk Warga Meski masih dievaluasi, Pemprov DKI Jakarta menilai keberadaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said memberikan manfaat positif bagi masyarakat, terutama dalam menyediakan alternatif ruang publik dan area olahraga baru di tengah kota. Syafrin mengatakan, hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan CFD juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dibanding hari kerja biasa. “Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” ucapnya. Ilustrasi rekayasa lalu lintas di Jakarta Selain itu, keberadaan CFD di Rasuna Said juga dinilai mampu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman–Thamrin. Berdasarkan data Dishub DKI, jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 atau berkurang sekitar 52,97 persen. “Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman–Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” ujar dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang