Selain pemilihan bahan bakar yang tepat dan penggunaan carbon cleaner secara rutin, ada satu komponen vital pada sepeda motor yang kerap diabaikan pemiliknya dalam menjaga kebersihan ruang bakar, yakni busi. Sebagian besar pemilik motor kerap menunda penggantian busi dan baru mau menggantinya apabila kendaraan mulai sulit dihidupkan atau mesin terasa mogok. Padahal, penurunan kinerja busi berimbas langsung pada kualitas pembakaran di dalam mesin. Lantas, kapan waktu yang ideal untuk mengganti busi agar ruang bakar tetap bersih dari tumpukan kerak karbon? Kondisi busi motor dengan elektroda cukup baik, namun sudah kotor Penurunan Kualitas Pengapian Busi Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Ferry Nurul Fajar, mengungkapkan bahwa kebiasaan menunda ganti busi menjadi salah satu pemicu utama timbulnya masalah penumpukan deposit sisa pembakaran. "Satu lagi yang sering kelewat itu pergantian busi setiap 7.000 km. Banyak konsumen ganti busi kalau sudah masalah sampai elektroda habis karena merasa masih bagus," ujar Ferry kepada Kompas.com, Kamis (23/7/2026). Ferry menjelaskan, secara teknis kualitas percikan api dari busi sudah mengalami penurunan setelah melintasi jarak tempuh tersebut. Meskipun secara fisik busi tampak masih utuh dan motor tetap bisa menyala, performa pengapiannya sudah tak lagi optimal. "Padahal busi sudah menurun kualitas pengapiannya di atas 7.000 km. Ini penyebab pembakaran tidak sempurna dan terjadi penumpukan kerak karbon," kata dia. Menurut Ferry, kunci utama menjaga ruang bakar agar tidak cepat kotor berpatokan pada dua hal dasar, yakni kualitas bahan bakar yang digunakan dan keandalan sistem pengapian. Rutin Cek Kondisi Busi Saat Servis Bagi kendaraan yang terbilang jarang digunakan untuk aktivitas harian, Ferry menyarankan agar pemilik motor tetap mengacu pada hitungan kilometer sebagai patokan utama perawatan, bukan sekadar durasi waktu. Guna mengantisipasi penurunan performa pengapian, pemeriksaan busi idealnya dilakukan berbarengan dengan jadwal servis berkala. "Kalau servis rutin per 3.000 km, kita selalu cek kondisi busi. Tergantung kondisi, kalau banyak kerak karbon kita saranin pergantian," tutur Ferry. Namun, jika pemilik motor rajin merawat ruang bakar menggunakan carbon cleaner secara berkala, usia pakai busi umumnya dapat terjaga dengan optimal hingga mencapai batas usia idealnya."Kalau pakai *carbon cleaner* aman sampai 7.000 km," kata Ferry.