PT Bridgestone Tire Indonesia tengah menyiapkan diri untuk memasok ban sebagai perlengkapan standar atau original equipment manufacturer (OEM) untuk sejumlah merek mobil listrik di Indonesia. Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan, terdapat beberapa merek kendaraan listrik yang berpotensi menggunakan ban Bridgestone pada tahun ini. "Kalau dari segi merek EV, ada dua di tahun ini. Ada satu merek lagi, tapi mundur ke April 2027. Jadi ada dua tahun ini, satu yang seharusnya tahun ini, (mundur) jadi tahun depan," ujar Mukiat di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ilustrasi ban mobil listrik. Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah Bridgestone Indonesia mengikuti pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Selain memasok ban untuk kendaraan listrik, perusahaan juga mengembangkan teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik mobil listrik. Mukiat mengatakan, salah satu teknologi yang mulai dikembangkan di pabrik Bridgestone Karawang adalah sponge technology. Ban mobil listrik Bridgestone Turanza 6. Ban Khusus Mobil Listrik Mobil listrik memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Bobot kendaraan cenderung lebih tinggi karena baterai, sementara motor listrik menghasilkan torsi secara instan. Selain itu, tidak adanya suara mesin membuat suara yang berasal dari gesekan ban dengan permukaan jalan menjadi lebih terdengar di dalam kabin. Bridgestone telah memiliki lini ban EV Ready yang ditujukan untuk mendukung kendaraan listrik. Salah satu produk yang menggunakan pendekatan tersebut adalah Bridgestone Turanza 6 dengan teknologi ENLITEN. Pabrik ban Bridgestone. Teknologi ENLITEN dirancang untuk membantu menekan hambatan gulir ban. Hambatan gulir yang lebih rendah dapat membantu mengurangi konsumsi energi sehingga berpotensi mendukung jarak tempuh kendaraan listrik. Aspek kebisingan juga menjadi perhatian. Desain telapak dan kompon ban dikembangkan untuk membantu meredam suara yang dihasilkan ban saat bergesekan dengan permukaan jalan. Kemudian, ban untuk kendaraan listrik juga perlu memiliki kemampuan menahan beban yang lebih besar. Hal tersebut berkaitan dengan bobot baterai yang membuat sebagian mobil listrik memiliki bobot lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional di kelas yang sama. Booth Bridgestone di IIMS 2025 Dua Merek EV Bakal Gunakan Ban OEM Bridgestone Mukiat belum mau mengungkapkan identitas dua merek kendaraan listrik yang dimaksud maupun model kendaraan yang akan menggunakan ban Bridgestone sebagai perlengkapan standar. Namun, rencana tersebut menunjukkan bahwa Bridgestone tidak hanya melihat pasar ban pengganti (replacement), tetapi juga peluang memasok kebutuhan OEM seiring bertambahnya produk kendaraan listrik di Indonesia. “Salah satunya yang jual MPV Listrik dari merek ternama,” ucap Mukiat. Bridgestone berencana mulai memproduksi ban Dayton secara lokal di Karawang pada Desember 2026 atau paling lambat Januari 2027. Sementara itu, pengembangan sponge technology di pabrik Karawang menjadi bagian dari persiapan Bridgestone menghadapi kebutuhan ban kendaraan listrik. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjawab salah satu karakteristik mobil listrik, yakni tingkat kebisingan yang lebih mudah terdengar di kabin karena tidak adanya suara mesin konvensional.