Mobil bekas dengan harga Rp 50 jutaan masih cukup banyak ditemukan di pasaran. Pilihannya pun beragam, mulai dari city car, sedan, MPV, hingga SUV. Beberapa model yang bisa ditemukan di rentang harga tersebut antara lain Toyota Kijang Kapsul, Toyota Avanza generasi awal, Daihatsu Xenia generasi awal, Suzuki Carry, hingga Nissan X-Trail generasi awal. Namun, calon pembeli sebaiknya tidak hanya menyiapkan dana sesuai harga mobil. Pasalnya, mobil bekas di rentang Rp 50 jutaan umumnya sudah berusia cukup tua. Kondisi komponen pun sangat bergantung pada perawatan pemilik sebelumnya. Pemilik showroom mobil bekas Jordy Mobil, Andi, mengatakan, calon pembeli sebaiknya menyiapkan dana tambahan setelah membeli mobil bekas dengan harga tersebut. "Membeli mobil di rentang Rp 50 jutaan harus siapkan dana lebih untuk perbaikan. Biasanya komponen kaki-kaki, kompresor AC dan kopling harus diganti. Estimasi perbaikannya bisa Rp 5 juta sampai Rp 10 juta," kata Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Mobil, di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat, kepada Kompas.com, Minggu (4/10/2026). Jangan Habiskan Semua Dana untuk Membeli Mobil Dengan kondisi tersebut, pembeli sebaiknya tidak menghabiskan seluruh anggaran hanya untuk mendapatkan unit. Sebagai contoh, jika memiliki dana Rp 50 juta, calon pembeli bisa mempertimbangkan mobil dengan harga sedikit di bawah anggaran. Sisanya dapat digunakan sebagai dana cadangan untuk melakukan perbaikan atau mengganti komponen yang sudah aus. Hal ini penting agar mobil tetap bisa digunakan dengan nyaman setelah dibeli. Apalagi, kerusakan yang muncul pada mobil tua tidak selalu bisa diketahui hanya dari tampilan luar. Cek kerusakan mobil dari suara mesin. Ilustrasi mesin mobil knocking atau ngelitik. Periksa Kondisi Mesin Taufik Trisna, pedagang mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten, mengatakan hal terpenting saat membeli mobil bekas adalah memeriksa kondisi mesin. “Pastikan tidak ada kebocoran oli, suara kasar, atau asap berlebih, sebagai jantung pacu, komponen ini tak boleh diabaikan,” ucap Taufik. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan saat mesin dalam kondisi dingin. Dengan begitu, calon pembeli bisa melihat apakah mesin mudah dinyalakan dan mendengarkan suara yang muncul saat pertama kali hidup. Selain itu, periksa kondisi radiator, kipas, dan cairan pendingin. Pastikan sistem pendingin masih bekerja dengan baik dan menggunakan coolant. Sistem pendingin yang bermasalah bisa menyebabkan mesin mengalami overheat dan menimbulkan biaya perbaikan lebih besar. Kaki-kaki dan Transmisi Jangan Luput Diperiksa Selain mesin, bagian kaki-kaki dan transmisi juga perlu mendapat perhatian. Komponen kaki-kaki seperti sokbreker, bushing, tie rod, ball joint, hingga bearing dapat mengalami keausan seiring usia dan jarak tempuh kendaraan. Gejalanya bisa terasa saat mobil melewati jalan yang tidak rata. Munculnya bunyi-bunyi dari bagian bawah mobil atau setir yang terasa tidak normal juga perlu diperhatikan. Untuk transmisi, calon pembeli bisa merasakannya saat melakukan test drive. Pada mobil manual, periksa kondisi kopling, termasuk apakah pedal terasa terlalu tinggi atau perpindahan gigi terasa sulit. Sementara pada mobil matik, perhatikan perpindahan gigi. Transmisi yang terasa menghentak atau terlambat merespons perlu diperiksa lebih lanjut. Korlantas Polri menegaskan bahwa BPKB tidak menjadi syarat pengesahan STNK tahunan. Pemilik kendaraan cukup membawa KTP, STNK, dan dokumen pendukung l Cek Dokumen Kendaraan Kondisi mekanis bukan satu-satunya hal yang harus diperiksa. Dokumen kendaraan juga wajib dipastikan lengkap dan sesuai dengan unit yang akan dibeli. “Dokumen kendaraan juga wajib dicek. Pastikan STNK dan BPKB lengkap serta sesuai dengan nomor rangka dan mesin,” ucap Taufik. Calon pembeli juga perlu memastikan identitas kendaraan pada dokumen sesuai dengan fisik mobil. Jangan sampai setelah transaksi ditemukan masalah administrasi yang justru membutuhkan biaya dan waktu tambahan untuk diselesaikan. Wajib Test Drive Sebelum Membeli Setelah melakukan pemeriksaan awal, jangan langsung mengambil keputusan sebelum melakukan test drive. Test drive bisa memberikan gambaran mengenai kondisi mobil saat digunakan. Calon pembeli dapat merasakan respons mesin, perpindahan transmisi, kerja rem, kondisi setir, kaki-kaki, hingga sistem pendingin kabin. Dengan begitu, calon pembeli bisa mengetahui apakah mobil masih layak digunakan sehari-hari atau membutuhkan perbaikan lebih dulu. Jadi, membeli mobil bekas Rp 50 jutaan sebaiknya tidak hanya menghitung harga unit. Siapkan pula dana cadangan sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta untuk mengantisipasi komponen yang perlu diperbaiki atau diganti. Dengan perhitungan tersebut, calon pembeli tidak kaget ketika setelah membawa pulang mobil masih harus mengeluarkan biaya tambahan.