Konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD) mulai banyak digunakan pada mobil listrik. Salah satu contohnya adalah BYD Atto 1 generasi terbaru. Mobil listrik yang dikenal sebagai Seagull di China tersebut kini menggunakan penggerak roda belakang (RWD), berbeda dengan generasi sebelumnya yang memakai penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD). Perubahan konfigurasi ini membuat motor listrik dipindahkan ke bagian belakang kendaraan. Lantas, apa sebenarnya kelebihan RWD pada mobil listrik? RWD Disebut Lebih Nyaman untuk Mobil Listrik Lung Lung, pemilik bengkel spesialis Dokter Mobil, mengatakan, konfigurasi RWD memiliki karakter yang lebih nyaman dibandingkan FWD, terutama pada mobil listrik yang memiliki bobot cukup berat. "RWD lebih nyaman ketimbang FWD karena bobot EV yang berat sehingga berasa seperti ditarik-tarik," ucap Lung Lung kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). Pada mobil RWD, tenaga dari motor listrik disalurkan ke roda belakang. Sementara itu, roda depan bertugas untuk mengarahkan kendaraan. Karakter tersebut membuat roda depan tidak harus menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mengarahkan mobil sekaligus menerima tenaga penggerak seperti pada mobil FWD. Kendati demikian, Lung Lung mengatakan, perbedaan traksi antara RWD dan FWD sebenarnya tidak terlalu jauh. "Sebenarnya lebih baik RWD untuk kenyamanan, traksi tidak beda jauh," kata dia. Ilustrasi baterai mobil listrik Bobot EV Jadi Salah Satu Pertimbangan Mobil listrik memiliki karakter berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin. Salah satunya karena adanya baterai berkapasitas besar yang membuat bobot kendaraan cenderung lebih berat. Pada kondisi tersebut, distribusi bobot dan penyaluran tenaga menjadi salah satu hal yang memengaruhi karakter berkendara. Pada RWD, motor listrik menggerakkan roda belakang sehingga ketika mobil berakselerasi, tenaga disalurkan melalui roda yang berada di belakang. Konfigurasi ini juga membuat roda depan lebih fokus untuk mengarahkan kendaraan. Motor Listrik Bisa Ditempatkan di Belakang Salah satu contoh penerapan konfigurasi tersebut terlihat pada BYD Atto 1 generasi terbaru.