Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kajian kelayakan atau feasibility study (FS) untuk 18 proyek hilirisasi serta ketahanan energi yang dikerjakan BPI Danantara ditargetkan rampung pada Desember 2025. Salah satu proyek yang tengah dikaji berkaitan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), termasuk baterai mobil listrik. Demikian disampaikannya dalam pembukaan Peresmian Pabrik Petrokomia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, sebagaimana disiarkan secara daring, Kamis (6/11/2025). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah Menteri, Panglima TNI dan Kepala BIN. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym. “Insya Allah di awal Desember sudah selesai. Termasuk dalamnya kita akan membangun ekosistem daripada baterai mobil kemudian mobil listrik,” kata Bahlil. Proyek terkait mobil listrik ini sebelumnya belum tercantum dalam proposal yang diajukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada BPI Danantara pada akhir Juli 2025. Dengan masuknya proyek tersebut, pemerintah berharap dapat mempercepat terbentuknya rantai pasok industri kendaraan listrik di dalam negeri. “Kami melaporkan kepada Bapak Presiden, bahwa terkait dengan proyek hilirisasi, kami sama Pak Rosan sudah menyerahkan 18 proyek yang total nilai investasinya kurang lebih Rp 300 triliun,” ujarnya. Kajian terhadap proyek-proyek itu kini tengah disusun oleh konsultan yang ditunjuk BPI Danantara dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2025. Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik Bila seluruh proyek berjalan sesuai rencana, Bahlil menilai Indonesia akan memiliki fondasi kuat dalam pengembangan industri mobil listrik dan baterai. Lebih lanjut, ia mencontohkan pabrik petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia yang baru diresmikan juga berpotensi memperkuat rantai pasok otomotif nasional karena mampu memproduksi komponen seperti bumper dan kabel mobil. “Maka insya Allah kalau ini sudah ada, maka rantai pasok daripada ekosistem mobil listrik maupun baterai mobil listrik itu sudah berada di Indonesia, dan ini yang menjadi apa yang Bapak Presiden perintahkan,” kata dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.