Pengendara sepeda motor di Indonesia terbiasa dilayani petugas saat mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Meski di Indonesia juga ada yang menerapkan self servide, kondisi tersebut berbeda dengan SPBU di Australia yang mayoritas menerapkan sistem self service. Menariknya, di Australia pengendara yang mengisi bahan bakar sendiri pada sejumlah lokasi diminta melepas helm sebelum melakukan pengisian. Lantas, bagaimana jika aturan serupa diterapkan di Indonesia? Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, kewajiban melepas helm saat mengisi bahan bakar dapat dilihat dari sisi keselamatan atau safety. Ilustrasi SPBU di Australia "Bagaimana kalau di Indonesia? Bagus. Sebab di Indonesia mayoritas masih pakai operator, belum self service," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026), Menurut Jusri, penggunaan helm dapat memengaruhi kemampuan pengendara dalam menangkap kondisi di sekitarnya. Salah satunya berkaitan dengan kemampuan mendengar. Saat berada di area SPBU, pengendara perlu memperhatikan berbagai suara atau peringatan yang mungkin muncul di sekelilingnya. Selain pendengaran, penggunaan helm juga dinilai dapat memengaruhi kewaspadaan terhadap kondisi sekitar, termasuk penglihatan dan penciuman. "Ini lebih pada faktor safety, jadi audio gampang kedengaran dan penciuman juga," katanya. Ilustrasi SPBU. Ilustrasi harga BBM terbaru hari ini Dalam konteks keselamatan di SPBU, kemampuan mengenali kondisi sekitar menjadi penting karena terdapat bahan bakar yang mudah terbakar. Misalnya, ketika terjadi tumpahan BBM, pengendara perlu menyadari kondisi tersebut dan mengambil tindakan yang tepat. Begitu juga apabila muncul peringatan dari petugas atau orang lain di sekitar lokasi pengisian. Bukan Aturan di Indonesia Namun, Jusri menegaskan bahwa kewajiban melepas helm seperti yang diterapkan di sejumlah SPBU di Australia bukan berarti secara otomatis menjadi aturan yang harus diterapkan di Indonesia. Menurut dia, aturan tersebut dapat menjadi kebijakan yang dibuat oleh pengelola atau pihak setempat, bukan kebijakan pemerintah secara nasional. "Tapi ini belum jadi kebijakan pemerintah. Kalau ada, berarti kebijakan setempat," ujarnya. Ilustrasi SPBU di Australia, pemotor mesti buka helm. Australia Ray, mantan jurnalis sekaligus bikers yang kini menetap di Perth, Australia Barat, dan sehari-hari menggunakan Honda Forza 300 mengatakan membuka helm saat mengisi bensin demi keamanan staf SPBU dan pencegahan tindak kejahatan. Pertama ialah identifikasi wajah, sebab kamera pengawas (CCTV) di SPBU memerlukan tangkapan wajah yang jelas untuk mengenali pelanggan. Penggunaan helm penutup wajah (full-face) sering disalahgunakan oleh pelaku kriminal untuk menyembunyikan identitas saat merampok toko SPBU. "Satu, takutnya kalau isi lalu kabur, wajah jadi tidak terdeteksi. Kedua, kemudian untuk menghindari kejahatan. Soalnya kalau isi mobil itu ditinggal, bisa saja pengendara nyolong isi mobil," kata Ray.