Pemerintah China belum lama ini membuat standar mobil buatan Tiongkok untuk disematkan banyak teknologi canggih. Kebijakan tersebut bakal berlaku juga untuk Indonesia. Beberapa kebijakan yang dibuat belakangan ini adalah mandatori untuk menerapkan teknologi seperti Automatic Emergency Braking, Steer-by-Wire, dan lainnya. Lepas L8 Menurut Lalu Indra Wirabhakti, Product Development Manager Lepas Indonesia, teknologi yang masih baru memang relatif mahal, karena dinilai sebagai investasi. "Tapi, seiring bertambahnya pasar dan kemajuan teknologi, semua akan lebih murah," ujar Lalu, kepada wartawan, saat ditemui di Serpong, belum lama ini. Lalu menambahkan, permintaan dan penawaran itu normal di ekonomi sebenarnya. Test drive Lepas L8 di trek basah Jadi, apa pun teknologinya itu investasi. Kemudian, akan terjadi depresiasi seiring berkembangnya teknologi. Lalu mengatakan, pada dasarnya regulasi yang sudah tersertifikasi di China itu sudah berstandar global. "Jadi, sebenarnya bahkan di Indonesia menganut (regulasi) yang sama dengan United Nations. Jadi, pada dasarnya, ketika di China dan global sudah (diterapkan), pasti otomatis di Indonesia sudah comply," kata Lalu. "Cuma memang yang perlu dipastikan apakah sistem-sistem ini sudah sejalan dengan lingkungan di Indonesia. Misalnya, yang terkait kebisingan atau noise environment, yang seperti itu," ujarnya. Ke depan, setiap teknologi yang diterapkan di Indonesia tidak hanya mengikuti standar global, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi jalan, lingkungan, dan karakter berkendara masyarakat Tanah Air. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang