Pengalaman mengisi bahan bakar sepeda motor di Australia ternyata memiliki aturan yang berbeda dengan kebiasaan pengendara di Indonesia. Di Australia stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menerapkan sistem self service, di mana pengendara sepeda motor diminta melepas helm sebelum mengisi bahan bakar. Hal tersebut dialami Ray, mantan jurnalis dan seorang bikers yang kini menetap di Perth, Australia Barat. "Jadi kalau naik motor di Australia, di pom bensin yang self service, kita harus buka helm. Helm dibuka, kemudian baru isi BBM," kata Ray kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Tidak hanya helm, pengendara yang menggunakan balaclava atau penutup wajah juga diminta membukanya. Penutup wajah tersebut setidaknya harus diangkat sehingga wajah pengendara tetap terlihat. Helm full face tipe modular SMK Gullwing "Terus kalau pakai balaclava, kan kayak ninja, itu harus dibuka, minimal diangkat ke atas. Diangkat ke atas kayak pakai kopiah, enggak boleh diturunin, misal dari hidung ke bawah," ujarnya. Ditegur Ray yang memakai Honda Forza 300 untuk harian mengatakan, pompa BBM tetap dapat digunakan meski pengendara belum melepas helm. Namun pengendara akan langsung mendapat teguran melalui pengeras suara. "Tapi kalau tidak buka helm, pompanya sebetulnya tetap jalan. Namun, ada toa, jadi pom bensinnya seperti supermarket ada kasirnya," kata Ray. "Jadi kalau kita enggak buka helm, sebelum isi, begitu pegang pompanya, sudah diteriakin, 'buka helm.' Itu pasti dengar karena suaranya keras," katanya. Dengan sistem tersebut, pengendara yang masih mengenakan helm akan langsung mengetahui bahwa perlengkapan tersebut harus dilepas sebelum melanjutkan pengisian BBM. Warga Balikpapan melakukan pengisian Pertalite di SPBU Gunung Guntur Balikpapan Tengah. Kota Balikpapan resmi mendapat tambaha kuota Pertalite sebesar 1.250 KL dari BPH Migas. Keamanan Menurut Ray, pengendara motor di Perth dan sebagian besar Australia harus membuka helm saat mengisi bensin demi keamanan staf SPBU dan pencegahan tindak kejahatan. Pertama ialah identifikasi wajah, sebab kamera pengawas (CCTV) di SPBU memerlukan tangkapan wajah yang jelas untuk mengenali pelanggan. Kemudian mencegah Perampokan. Penggunaan helm penutup wajah (full-face) sering disalahgunakan oleh pelaku kriminal untuk menyembunyikan identitas saat merampok toko SPBU. "Satu, takutnya kalau isi lalu kabur, wajah jadi tidak terdeteksi. Kedua, kemudian untuk menghindari kejahatan. Soalnya kalau isi mobil itu ditinggal, bisa saja pengendara nyolong isi mobil," kata Ray. Alasan lain yaitu kenyamanan. Staf yang bekerja di kasir SPBU merasa lebih aman dan tenang ketika berinteraksi dengan pelanggan yang wajahnya tidak tertutup.