Pemkot Semarang melakukan pengadaan 27 unit bus listrik untuk layanan Trans Semarang beberapa hari yang lalu. Pengadaan bus listrik ini untuk menggantikan kendaraan yang kerap menimbulkan polusi asap hitam atau yang populer dengan julukan cumi-cumi darat. Pengadaan armada bus listrik low deck berukuran 12 meter itu menjadi bagian dari percepatan elektrifikasi transportasi umum di Indonesia. Proses tender dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk telah berlangsung sejak April 2026 setelah uji coba operasional dilakukan pada Februari hingga Maret 2026. Kemudian, secara resmi diumumkan pada Mei 2026. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pengadaan bus listrik menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat. "Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan," katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (28/5/2026). Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie berfoto di depan bus listrik VKTR yang akan menjadi armada baru Trans Semarang. Pada keterangan yang sama, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya N Bakrie mengatakan, proyek tersebut merupakan langkah konkret mendukung target Net Zero Emission di sektor transportasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. "Namun yang tidak kalah penting, transformasi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat melalui transportasi publik yang lebih bersih, lebih senyap, dan lebih sehat,” kata Anindya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang