Langkah revolusioner Yamaha untuk beralih dari mesin empat silinder segaris ke mesin V4 terus menunjukkan progres serius. Namun, di tengah ambisi besar tersebut, pabrikan garpu tala kini mulai menghitung ulang efektivitas program wildcard mereka di sisa musim ini. Fokus utama Yamaha saat ini adalah memastikan transisi ke mesin V4 berjalan mulus sembari tetap mengoptimalkan performa YZR-M1 yang ada sekarang. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memanfaatkan wildcard. Namun, dengan pergantian pemasok ban mulai musim depan nanti, Yamaha berpendapat wildcard dengan ban musim ini tidak terlalu efektif. Alex Rins saat berlaga pada MotoGP Amerika 2026 Direktur Teknis Yamaha MotoGP Max Bartolini, mengatakan, pihaknya perlu mengembangkan M1 V4 lebih lanjut secara konseptual. Ada beberapa hal yang hanya bisa diuji dengan baik selama akhir pekan balapan. Bartolini menggarisbawahi bahwa efektivitas menurunkan pebalap wildcard sangat bergantung pada apa yang sedang diuji. Memasuki fase akhir musim, pengujian komponen kecil dianggap kurang memberikan dampak signifikan bagi arah pengembangan motor masa depan. “Menjelang akhir musim, hal ini mungkin tidak lagi masuk akal kecuali jika Anda memiliki elemen konseptual seperti sistem pendingin, sasis, atau swingarm untuk diuji," ujar Bartolini, dikutip dari Speedweek.com, Minggu (12/4/2026). Augusto Fernandez SPA Yamaha Team Yamaha V4 MotoGP GP San Marino 2025 (circuit Misano) 12-14/09/2025 photo: Lukasz Swiderek? www.photoPSP.com? @photopsp_lukasz_swiderek? Faktor lain yang menjadi pertimbangan besar adalah rencana pergantian pemasok ban di masa depan. Yamaha tidak ingin terjebak dalam data yang tidak relevan jika karakter ban yang digunakan berbeda dengan apa yang akan mereka hadapi nantinya. "Dengan pergantian (pemasok) ban yang akan datang, tidak masuk akal untuk menguji banyak komponen dengan ban Michelin jika nantinya Anda harus beralih ke Pirelli. Mulai pertengahan musim dan seterusnya, efektivitas partisipasi wildcard terus menurun,” kata Bartolini. Meski efektivitas wildcard menurun, Yamaha tetap menggenjot pengujian internal. Sinergi antara tim tes di Eropa dan Jepang menjadi kunci agar pengembangan motor tahun depan bisa lebih kompetitif sejak seri pertama. Andrea Dovizioso saat sesi tes privat Yamaha di Sirkuit Mugello, menggantikan Cal Crutchlow yang masih cedera “Beberapa pengembangan kami saat ini, untuk motor saat ini akan berguna untuk motor tahun depan,” ujarnya. Bartolini menambahkan, timnya bekerja terutama dengan Augusto Fernandez dan Andrea Dovizioso, tetapi Yamaha juga memiliki pebalap tes di Jepang yang melakukan uji fungsional dan ketahanan. Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram "Kami tidak melakukannya sesering di masa lalu, tetapi kami tetap menggunakannya sesekali,” katanya. Dengan strategi ini, Yamaha berharap transisi ke mesin V4 tidak hanya sekadar mengganti jantung pacu, tetapi juga menciptakan paket motor yang lebih seimbang secara keseluruhan untuk mematahkan dominasi pabrikan Eropa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang