— Perkembangan teknologi mesin membuat kapasitas mesin atau kubikasi bukan lagi satu-satunya ukuran untuk melihat kemampuan mobil. Jika dahulu mesin berkapasitas besar identik dengan tenaga dan torsi yang lebih tinggi, kini tak sedikit mobil menggunakan mesin dengan kapasitas lebih kecil yang dilengkapi turbocharger. Service Head Auto2000 Cilandak, Sapta Agung Nugraha, mengatakan perubahan tersebut tidak lepas dari kebutuhan kendaraan modern yang semakin dituntut efisien, tetapi tetap memiliki performa yang baik. “Sekarang kan dituntut efisiensi. Kalau zaman dulu, orang berpikir bahwa semakin tinggi kapasitas ruang bakar, maka tenaga yang dihasilkan juga akan semakin tinggi," katanya kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (10/9/2026). “Nah, ketika teknologi kemudian semakin berkembang, justru yang dibutuhkan adalah tenaga yang besar, tetapi efisiensi bahan bakar yang lebih bagus. Sehingga kemudian sekarang berkembang lagi namanya mesin dengan teknologi turbo," ujarnya. “Mesin-mesinnya relatif berkapasitas kecil, tetapi ditambahkan turbo sehingga menghasilkan tenaga yang besar," kata Agung. Agung mengatakan, fungsi turbo pada dasarnya lebih memanfaatkan rasio kompresi. "Jadi, turbo pada mesin ini menambahkan udara ke dalam ruang bakar sehingga bahan bakar bisa dikompresi menjadi lebih baik," katanya. Sebab mesin dengan kapasitas (kubikasi) yang rendah ditambah turbo, tenaga besar tapi konsumsi bahan bakar lebih efisiensi. “Jadi lebih irit, tetapi tenaganya lebih besar,” katanya. Daihatsu Rocky Turbo. Cara Kerja Turbo Secara sederhana, turbocharger bekerja dengan memanfaatkan energi dari gas buang untuk memutar turbin. Turbin tersebut terhubung dengan kompresor yang kemudian mendorong lebih banyak udara masuk ke ruang bakar. Udara yang lebih banyak memungkinkan mesin membakar campuran bahan bakar dan udara dalam jumlah lebih besar secara terkontrol. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan dapat meningkat tanpa harus memperbesar kapasitas mesin secara signifikan. Sebagai contoh, mesin 1.000 cc atau 1.200 cc dengan turbo dapat menghasilkan performa yang mendekati atau bahkan melampaui mesin berkapasitas lebih besar meski tergantung desain dan penyetelan mesinnya. Ilustrasi turbocharger mesin diesel. Inilah yang kemudian dikenal sebagai konsep downsizing engine, yakni menggunakan mesin dengan kapasitas lebih kecil tetapi mempertahankan performa melalui teknologi seperti turbocharger. Kubikasi Meski begitu, bukan berarti kapasitas mesin tidak lagi berpengaruh terhadap performa. Kubikasi tetap menentukan seberapa besar kapasitas mesin dalam mengisap dan memproses udara serta bahan bakar. Perbedaannya, teknologi modern memungkinkan produsen mengoptimalkan proses tersebut tanpa harus selalu memperbesar volume mesin. Selain turbo, karakter tenaga mesin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti rasio kompresi, sistem injeksi bahan bakar, desain ruang bakar, sistem pemasukan udara, pengaturan katup, hingga perangkat lunak pengendali mesin atau ECU. Karena itu, dua mesin dengan kapasitas sama belum tentu memiliki tenaga dan karakter yang sama.