Pengguna Tol Jakarta-Tangerang perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas seiring adanya pekerjaan rekonstruksi plat pada Jembatan Cisadane. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melalui Representative Office 2 JMT bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Rekonstruksi plat Jembatan Cisadane merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan tol untuk menjaga kondisi infrastruktur tetap optimal. Pekerjaan ini sekaligus dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Rekonstruksi Hingga 14 September Pekerjaan akan dilakukan pada ruas Tol Jakarta-Tangerang arah Jakarta, tepatnya di Lajur 2, KM 19+600 sampai KM 19+570, Jembatan Cisadane. Ilustrasi perbaikan jalan tol Jakarta-Tangerang Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan selesai pada Senin (14/9/2026) pukul 05.00 WIB. Selama pekerjaan berlangsung, terdapat potensi penutupan sebagian maupun seluruh lajur di sekitar area pekerjaan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas. Amri Sanusi, Senior Manager Representative Office 2 JMT, mengatakan, lajur yang menjadi lokasi pekerjaan akan mengalami penutupan atau pembatasan sesuai dengan kebutuhan selama proses rekonstruksi. "Pengaturan lalu lintas akan dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap dapat berjalan dengan aman dan tertib," ujar Sanusi, dalam keterangan resminya. Rekayasa Lalu Lintas Untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan, Jasa Marga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya berupa pengalihan arus lalu lintas sebelum memasuki area kerja. Selain itu, penutupan sebagian area kerja akan dilakukan pada lajur yang terdampak. Jasa Marga juga berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memastikan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Jika terjadi kepadatan, Jasa Marga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow. Informasi mengenai pekerjaan juga akan disampaikan kepada pengguna jalan melalui spanduk yang dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) serta Variable Message Sign (VMS). Jasa Marga mengimbau pengguna Tol Jakarta-Tangerang untuk berhati-hati selama melintasi lokasi pekerjaan. Pengguna jalan juga diminta memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain itu, pengaturan waktu dan rute perjalanan perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan akibat pekerjaan tersebut.