Sebanyak 52 kabupaten di Pulau Sumatera yang terdampak banjir hingga saat ini masih belum pulih, terutama dari sisi transportasi. Oleh karena itu, mobilitas masyarakat di daerah terdampak bencana masih sulit. Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dan Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, sebelumnya sempat memberikan opini bahwa angkutan perintis bisa menjadi solusi vital dalam pemulihan daerah yang terdampak bencana di Sumatera. "Untuk mendukung 52 pemerintah daerah di Sumatera yang terdampak bencana alam, diperlukan segera alokasi APBN untuk layanan transportasi perintis (orang dan barang). Layanan ini harus tersedia mulai dari fase darurat, transisi, hingga pemulihan," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Senin (8/12/2025). Redaksi Kompas.com mencoba menghubungi langsung akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut. Menurutnya, transportasi perintis memiliki peran sentral dalam pemulihan, sebab mampu menjangkau desa-desa atau wilayah terpencil yang jalur utamanya terputus, terutama akibat kerusakan jembatan dan jalan yang parah. Angkutan Perintis DAMRI di Kabupaten Nabire Namun, sebelum itu, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan terlebih dahulu. "Transportasi perintis ini beroperasi setelah jaringan jalan dan jembatan terhubung, sementara ekonomi belum membaik, sehingga diperlukan transportasi perintis sampai ekonomi mereka pulih di 52 pemda. Oleh sebab itu, mulai sekarang perlu direncanakan dan mendapat alokasi anggaran untuk dampak bencana alam," katanya kepada Kompas.com, Selasa (9/12/2025). Selain itu, menurutnya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di 52 daerah terdampak, perlu dipertimbangkan penyediaan layanan angkutan gratis bagi warga. Layanan ini mencakup Angkutan Perkotaan, Angkutan Pedesaan, dan Angkutan Antar Kota. Penyediaan angkutan umum gratis akan memulihkan mobilitas warga untuk kembali bekerja, bersekolah, mengakses pasar, dan mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi lokal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang