Ada 10 negara yang menjadi tujuan ekspor paling besar mobil buatan Indonesia. Ini dia daftarnya.Mobil buatan Indonesia diekspor ke mancanegara. Nggak main-main, total ada 93 negara tujuan mobil buatan Indonesia yang diproduksi para pabrikan di dalam negeri. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat setidaknya ada 10 negara yang paling banyak 'langganan' mobil buatan RI. Paling banyak adalah Filipina. Sepanjang tahun 2025, ada 173.532 unit mobil buatan Indonesia dikapalkan ke sana. Selanjutnya ada Vietnam yang total mengimpor 77.892 unit mobil dari Indonesia. Lebih menariknya lagi di posisi ketiga justru Meksiko. Negara di Amerika Latin ini mengimpor 64.311 unit."Yang menarik itu Meksiko karena apa? Meksiko itu kan produksi industri otomotifnya 3 juta lebih besar dari kita, tapi ternyata mengimpor MPV dari Indonesia karena mungkin sizenya cocok, kurang lebih gaya hidupnya orang Meksiko sama lah," ungkap Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara saat ditemui detikOto di kantornya, Kamis (16/4/2026).10 Negara Langganan Impor Mobil Buatan IndonesiaUntuk lebih lengkapnya, berikut ini daftar 10 negara langganan mobil buatan Indonesia sepanjang tahun 2025.1. Filipina: 173.532 unit2. Vietnam: 77.892 unit3. Meksiko: 64.311 unit4. Arab Saudi: 36.330 unit5. Peru: 21.259 unit unit6. Timur Tengah dan Afrika: 18.799 unit7. Jepang: 12.073 unit8. Uni Emirat Arab: 10.899 unit9. Chili: 8.295 unit10. Thailand: 7.870 unitAdapun kinerja ekspor mobil buatan Indonesia sepanjang tahun 2025 positif. Tahun 2025 bahkan, kinerja ekspor mobil buatan Indonesia yang paling tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya."Tahun lalu itu all-time high, jadi 518 ribu (unit) ekspor kita, setengah juta di saat jualan dalam negeri menurun itu menolong," terang Kukuh.Kukuh berharap, kinerja positif ini masih bisa terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Harapannya, penjualan domestik bisa tembus 2 juta unit sementara ekspor mencapai 1 juta unit. Meski demikian, proyeksi ekspor tahun ini justru diprediksi turun."Mungkin ekspornya akan sedikit turun ya karena ada geopolitik di Timur Tengah, sekitar 20-30 ribu itu kita ekspor ke Timur Tengah," jelas Kukuh.