Segmen skutik 125cc Yamaha di Indonesia kini didominasi model dengan teknologi hybrid, seiring perubahan kebutuhan dan penerimaan pasar terhadap fitur efisiensi bahan bakar yang lebih modern. Meski begitu, Yamaha masih mempertahankan beberapa model non-hybrid yang telah lama beredar. Sebut saja Mio M3, Fino, X-Ride, FreeGo dan Gear. Saat ini, lini skutik hybrid Yamaha diisi model seperti Gear Ultima, Grand Filano, dan Fazzio yang secara penjualan disebut lebih dominan di pasar. Ketiganya menawarkan teknologi hybrid yang membantu akselerasi awal sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Yamaha Fino 125 Sporty Manager Public Relations, Community & YRA PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana mengatakan, pergeseran minat konsumen terjadi secara alami mengikuti perkembangan teknologi yang ditawarkan pabrikan. “Line up kita kan sekarang sudah marak yang hybrid. Secara market otomatis menyerap yang hybrid lebih banyak,” ujar Rifki di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Meski demikian, Yamaha belum menghentikan produksi model non-hybrid seperti Fino, Mio M3, Gear, FreeGo, dan XRide. Model tersebut tetap dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang masih menginginkan skutik dengan mesin konvensional. “Yang biasa masih dipertahankan, sampai regulasi. Karena kan kita masih adopt Euro3 dan beberapa produk kita sebenarnya sudah Euro4 ready,” kata dia. Strategi ini membuat Yamaha menjalankan dua pendekatan sekaligus di segmen 125cc, yakni menghadirkan teknologi baru melalui model hybrid sambil tetap menjaga pilihan produk lama. Langkah tersebut dinilai penting agar transisi teknologi berjalan bertahap tanpa meninggalkan segmen konsumen yang sudah terbentuk sebelumnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang