Yamaha bersiap memasuki era baru di gelaran MotoGP dengan mengembangkan motor bermesin V4 mulai musim 2026. Di tengah transisi tersebut, Fabio Quartararo menilai belum dapat memastikan apakah karakter mesin inline yang selama ini digunakan akan benar-benar tergantikan oleh paket teknis baru. “Mungkin saya akan merindukannya atau mungkin tidak. Kita belum tahu seperti apa motor tahun depan,” kata Quartararo dikutip Crash, Senin (5/1/2026). Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano Menurut dia, pergantian konfigurasi mesin merupakan langkah penting dalam pengembangan Yamaha, meski hasil akhirnya baru bisa dievaluasi setelah motor tersebut benar-benar kompetitif. “Tentu akan bagus beralih ke V4, tetapi bisa saja tahun depan saya justru merindukan motor ini. Ini juga menjadi langkah baru dalam karier saya,” ujarnya. Sepanjang karier MotoGP-nya, Quartararo selalu menunggangi Yamaha bermesin inline. Bersama M1, ia mencatatkan 11 kemenangan, 32 podium, dan merebut gelar juara dunia pada 2021. Pada musim 2025, Yamaha mulai mengurangi fokus pengembangan motor inline yang akan ditinggalkan. Quartararo mengungkapkan bahwa peningkatan performa selama musim berjalan relatif terbatas. “Saya rasa para insinyur lebih fokus pada motor 2026, sehingga peningkatan motor selama 2025 cukup kecil,” ujarnya. Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Jerman 2025 Kondisi tersebut terlihat dari performa M1 yang masih belum konsisten sepanjang musim. Meski sempat naik podium di Jerez dan berpeluang menang di Silverstone sebelum mengalami kegagalan perangkat ride-height, paket teknis Yamaha dinilai belum sepenuhnya mampu bersaing di barisan depan. Di tengah keterbatasan tersebut, Quartararo menilai sektor elektronik menjadi area pengembangan paling signifikan pada musim terakhir mesin inline. “Tenaga mesin meningkat sedikit demi sedikit, tetapi belum cukup. Kami justru banyak bekerja pada elektronik sepanjang tahun ini,” katanya. Menurut Quartararo, penyempurnaan elektronik berperan penting dalam meningkatkan efisiensi berkendara, terutama dalam mengoptimalkan performa dengan intervensi sistem yang lebih terkontrol. “Perkembangan terbesar ada pada elektronik, bagaimana saya bisa beradaptasi dan tetap cepat dengan bantuan elektronik yang lebih sedikit,” ujarnya. Pada akhir musim MotoGP 2025, Quartararo menempati posisi kesembilan klasemen dunia, dengan perolehan poin hampir dua kali lipat dibandingkan musim 2024. Di antara pembalap Yamaha lainnya, hasil terbaik berikutnya diraih Jack Miller dari tim Pramac yang finis di posisi ke-17. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang