Fabio Quartararo tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan pada sesi tes resmi di Sirkuit Buriram, Thailand, belum lama ini. Dia bahkan mengaku frustrasi saat mengendarai Yamaha M1 terbaru dengan mesin V4. Alih-alih tampil lebih kompetitif, Quartararo malah jauh dari sepuluh besar pebalap tercepat pada sesi tes resmi tersebut. Bahkan, secara catatan waktu, selisihnya masih cukup besar. Padahal, seri perdana sudah di depan mata dan akan digelar pada akhir pekan ini. Tapi, menurut Quartararo, Yamaha masih membutuhkan beberapa bulan lagi untuk mengejar ketertinggalan. Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram Sebelumnya, pada sesi tes di Sirkuit Sepang, Malaysia, Yamaha mengalami masalah teknis. Yamaha sampai menunda program pengembangannya karena masalah tersebut. Meskipun penyebab utama telah diidentifikasi dalam waktu 24 jam, Yamaha tetap membatasi jarak tempuh mesin di Buriram, tetap berpegang pada batas yang telah ditetapkan sebelum dimulainya uji coba pra-musim. "Hari ini, jarak tempuh mesin sudah habis, jadi kami hanya punya satu motor. Untuk apa yang perlu kami lakukan hari ini, itu sudah cukup, karena hari ini lebih fokus pada pengaturan dan segala hal," ujar Quartararo, dikutip dari Motorsport.com, Senin (23/2/2026). Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram "Namun, kami belum benar-benar menemukan arah yang tepat. Mungkin untuk paruh pertama tahun ini, kami perlu memahami bagaimana perkembangannya dan berusaha memperbaiki motor kami," kata Quartararo. Quartararo mengatakan, untuk membuat Yamaha M1 V4 menjadi kompetitif, Yamaha disebut membutuhkan waktu hingga satu musim penuh. Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram "Saya pikir ini akan memakan waktu sepanjang tahun, jujur saja, karena saya rasa kita tidak bisa menemukan semua yang kita butuhkan dengan sangat cepat,” ujarnya. “Ini akan menantang karena sebagai pebalap, Anda ingin berjuang untuk kemenangan atau setidaknya mencoba meraih pole position atau baris depan seperti tahun lalu. Tapi, kita melihat bahwa kita masih sangat jauh dari itu dan kita akan bekerja sekeras mungkin,” kata Quartararo. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang