Beredar di media sosial video yang memperlihatkan mobil Toyota Fortuner mengalami rem blong saat melintasi jalur Cangar–Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1/2025) dan salah satunya diunggah oleh akun Instagram @mojokertohits. Dalam tayangan tersebut, Fortuner tampak melaju cukup kencang di jalur menurun. Situasi sempat membuat panik, mengingat jalur Cangar–Pacet dikenal memiliki kontur turunan tajam dan kerap menjadi lokasi insiden kendaraan kehilangan fungsi pengereman. Beruntung, pengemudi Fortuner tersebut berhasil mengarahkan mobil ke jalur penyelamat yang memang telah disediakan. Berkat fasilitas tersebut, insiden tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Analisa Pakar Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bengkel Auto2000 Pramuka, Jakarta Timur, Suparna, menjelaskan bahwa kasus rem blong seperti ini umumnya terjadi saat kendaraan melintasi jalur pegunungan dengan turunan panjang. “Kasus tadi itu biasanya terjadi di daerah pegunungan, terutama di tanjakan dan turunan tajam. Yang paling sering justru saat turunan,” kata Suparna, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/1/2026). Menurut dia, kebiasaan pengemudi yang terlalu lama mengandalkan pedal rem saat menuruni jalan menjadi salah satu penyebab utama. Pengereman yang dilakukan terus-menerus membuat suhu sistem rem meningkat drastis. “Kalau rem dipakai terus-menerus, minyak rem akan panas. Masalahnya, kalau minyak rem tidak diganti secara periodik, kandungannya bisa sudah banyak mengandung kadar air,” ujar Suparna. Air yang terkandung dalam minyak rem tersebut, lanjut dia, akan menguap ketika terkena panas berlebih. Uap air ini kemudian masuk ke dalam saluran atau pipa-pipa minyak rem. Akibatnya pengemudi akan merasakan perubahan saat menginjak pedal rem. "Saat pengemudi menginjak pedal rem tadinya tidak ada masalah rasanya kok seperti harus dikocok terlebih dulu ditekan beberapa kali baru terasa," kata Suparna. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka performa rem akan semakin menurun hingga akhirnya benar-benar kehilangan fungsi pengereman. Hal itu terjadi karena uap air bersifat gas dan dapat terkompresikan. Berbeda dengan minyak rem yang tidak bisa terkompresikan. Akibatnya, tekanan dari pedal rem tidak bisa disalurkan maksimal ke kampas rem. Fenomena ini dikenal sebagai vapor lock, yakni kondisi ketika sistem rem terganggu akibat uap air yang terbentuk karena panas berlebih. Dampaknya, rem terasa blong meski pedal masih diinjak. Meski demikian, Suparna menyebut kondisi ini biasanya bersifat sementara. “Biasanya kalau sudah didinginkan, rem bisa kembali normal,” ucapnya. Untuk itu pengendara yang kerap melintas di jalur pegunungan perlu memanfaatkan engine brake saat menuruni jalan dan memastikan minyak rem diganti secara berkala. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang