Pebalap Moto3 dari Honda Team Asia langsung bertolak dari Misano menuju Spielberg, Austria, untuk menghadapi putaran ke-15 Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Veda Ega Pratama dan Zen Mitani membawa misi bangkit setelah melalui akhir pekan yang sulit pada Grand Prix San Marino. Keduanya berharap dapat kembali meraih poin saat tampil di Sirkuit Red Bull Ring. GP San Marino yang berlangsung di Misano menjadi tantangan bagi kedua pebalap rookie tersebut. Veda harus puas finis di posisi ke-18, sedangkan Mitani menyelesaikan balapan di urutan ke-22. Hasil tersebut tentunya belum sesuai dengan harapan pebalap maupun tim. Namun, rangkaian balapan Moto3 yang berlangsung berdekatan membuat Honda Team Asia tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Veda Ega Pratama saat berlaga pada Moto3 San Marino 2026 Fokus pun langsung dialihkan ke Austria. Red Bull Ring menawarkan karakter lintasan yang berbeda dibandingkan Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli. Red Bull Ring Punya Karakter Berbeda Sirkuit Red Bull Ring berada di Spielberg, wilayah Styria, Austria, dengan latar pegunungan yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Lintasannya memadukan sejumlah trek lurus panjang dengan tikungan tajam dan perubahan elevasi. Karakter tersebut membuat strategi balapan Moto3 di Red Bull Ring cukup berbeda. Peluang menyalip juga terbuka lebar, terutama karena para pebalap dapat memanfaatkan slipstream pada trek lurus sebelum memasuki zona pengereman. Veda Ega Pratama saat beraksi di Moto3 Aragon 2026 Kondisi tersebut membuat persaingan posisi dapat berlangsung hingga lap terakhir. Bagi Veda, karakter seperti itu justru memberikan peluang untuk kembali bersaing setelah hasil kurang memuaskan di Misano. "Setelah akhir pekan yang sulit di Misano, saya sangat menantikan kesempatan berikutnya di Austria. Saya sadar perlu melakukan perbaikan diri dan memahami aspek apa saja yang bisa ditingkatkan, karena hasil di Misano bukanlah yang kami harapkan," ujar Veda, dalam keterangan resminya. Veda menyadari bahwa dirinya harus segera mengalihkan fokus. Pebalap asal Indonesia itu tidak ingin terlalu lama memikirkan hasil dari seri sebelumnya. Veda Ega Pratama Veda Ingin Mulai dengan Arah yang Jelas Menghadapi GP Austria, Veda ingin memanfaatkan seluruh sesi latihan untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Perbaikan tidak hanya dilakukan dari sisi pebalap, tetapi juga pada motor. "Sekarang kami harus segera bangkit dan menata ulang fokus. Tidak ada waktu untuk terlalu memikirkan balapan sebelumnya karena GP berikutnya sudah menanti, dan saya ingin memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin," kata Veda. "Saya menyukai Red Bull Ring, dan menurut saya lintasan ini memberi kami peluang bagus untuk bersaing berkat trek lurus yang panjang serta banyaknya kesempatan untuk melakukan manuver menyalip," ujarnya. Veda Ega Pratama Veda menargetkan bisa memulai dari FP1 dengan arah yang jelas, bekerja sama dengan tim, dan berupaya membangun performa yang lebih kuat dari satu sesi ke sesi berikutnya. "Saya akan bekerja keras membenahi diri sendiri maupun motor demi menemukan feeling yang kami butuhkan. Ini juga merupakan balapan terakhir di Eropa sebelum kami bertolak ke Asia, jadi saya sangat ingin menutup bagian musim ini dengan hasil positif. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan dan berusaha keras demi meraih hasil bagus di Austria," kata Veda. GP Austria juga memiliki arti penting bagi Honda Team Asia dan kedua pebalapnya. Seri ini menjadi balapan terakhir Moto3 2026 di Eropa sebelum kejuaraan berlanjut ke Asia. Veda Ega Pratama saat balapan pada Moto3 Belanda 2026 Setelah Spielberg, rombongan Moto3 akan menuju Jepang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Rangkaian tersebut akan menjadi bagian penting bagi Veda dan Mitani untuk menjaga momentum hingga akhir musim. Honda Team Asia juga memiliki catatan positif di Red Bull Ring pada musim-musim sebelumnya. Karena itu, Veda dan Mitani bertekad memaksimalkan setiap kesempatan sejak sesi latihan bebas pertama pada Jumat. Targetnya adalah membangun performa secara bertahap hingga sesi kualifikasi dan balapan utama pada Minggu. Bagi Veda, GP Austria menjadi kesempatan untuk menutup rangkaian balapan Eropa dengan hasil yang lebih baik sebelum kembali bertarung di Asia.