Pasar motor listrik bekas di Indonesia saat ini masih tergolong terbatas dan bergerak secara selektif. Meski populasi motor listrik baru terus bertambah, perputaran unit bekasnya belum secepat motor konvensional. Harga yang relatif terjangkau memang menarik perhatian, namun keputusan membeli motor listrik bekas umumnya diambil oleh konsumen yang sudah memahami karakter dan keterbatasan kendaraan listrik. Menurut Ivan, pengelola Babay Motor, motor listrik bekas belum bisa disamakan dengan motor bensin bekas dari sisi perputaran pasar. Pembeli cenderung datang dengan pertimbangan yang sangat spesifik. “Kalau dibilang ramai belum, tapi ada pasarnya sendiri. Biasanya yang cari motor listrik bekas itu konsumen yang memang sudah paham, terutama soal baterai dan pemakaian,” kata Ivan kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026). Ilustrasi motor listrik bekas Ivan menjelaskan, faktor kondisi baterai menjadi penentu utama harga dan minat beli. Motor listrik bekas dengan usia baterai yang masih muda dan pemakaian ringan relatif lebih mudah dilepas dibanding unit yang sudah lama digunakan. Hal senada disampaikan Heru, pengelola Danu Motor. Menurutnya, motor listrik bekas lebih banyak dibeli untuk kebutuhan mobilitas jarak dekat, seperti dalam kawasan perumahan atau aktivitas harian dengan rute tetap. Menurut Heru, selama kondisi baterai masih layak dan sistem kelistrikan tidak bermasalah, motor listrik bekas tetap bisa menjadi alternatif ekonomis. Namun, calon pembeli umumnya tidak terburu-buru dan cenderung membandingkan banyak unit sebelum memutuskan transaksi. Berikut ini daftar harga motor listrik bekas yang beredar di pasaran saat ini: Smooth Zuzu 2024: Rp 11.500.000 Uwinfly T3s Pro 2024: Rp 8.500.000 Gesits G1 2020: Rp 10.500.000 Yadea T9 2024: Rp 9.900.000 Exotic Prime: Rp 4.550.000 Sebagai catatan, harga motor listrik bekas sangat dipengaruhi kondisi baterai, usia pemakaian, kelengkapan dokumen, serta reputasi merek. Konsumen disarankan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum membeli, agar harga yang dibayar sebanding dengan kondisi unit yang diterima. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang