— Aktor Gary Iskak meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai Yamaha RX-King di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025) dini hari. Motor yang dikendarai Gary diduga hilang kendali hingga menabrak sebuah pohon. Kejadian berlangsung di Jalan Kesehatan Raya, tepat di depan Rainbow Car Wash, sekitar pukul 00.30 WIB. Di balik sosoknya yang dikenal publik, Gary ternyata merupakan penggemar Yamaha RX-King. Bisa disebut, almarhum Gary merupakan salah satu satu dari ribuan pencinta motor 2-tak legendaris itu. Aktor Gary Iskak meninggal dunia usai kecelakaan motor King adalah motor yang memiliki tempat khusus di hati banyak orang. Motor ini punya berbagai julukan, salah satunya "motor jambret" pada tahun 90'an. Julukan itu melekat bukan tanpa sebab, performanya yang kencang, desain sederhana, dan ketahanan mesinnya membuat motor ini tetap digemari meski sudah lama berhenti diproduksi. Sebelum RX-King hadir, Yamaha lebih dulu memperkenalkan keluarga RX series seperti RX100, RX125, dan RX135. Ketiganya dikenal sebagai motor dua-tak yang responsif dan ringan. Pada 1983, Yamaha akhirnya meluncurkan RX-King generasi awal di Indonesia, yang kemudian sering disebut RX-King Cobra. Yamaha RX-King masih dijual di Sentral Yamaha Medan Motor ini memakai basis mesin RX135 dengan karakter agresif, sehingga langsung mendapat penggemarnya sendiri. Dikutip dari komunitas Yamaha RX-King Indonesia, para peneliti pasar Yamaha pada masa itu melakukan riset dengan berkeliling Jawa, Sumatera, dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Temuan riset tersebut kemudian disampaikan kepada para konseptor, yaitu Nobuo Aoshima, Chikao Kimata, dan Motoaki Hyodo, yang kemudian merancang motor ini. Situs Fortuna Motor, diler resmi Yamaha, menjelaskan bahwa pada produk awal RX-King, komponen mesin masih dibuat di Jepang sementara rangka dirakit di Indonesia. Yamaha RX-King original harganya bertahan Rp 20 jutaan "Untuk mesinnya merupakan hasil rakitan dari Jepang. Sementara itu, untuk rangkanya merupakan rakitan dari Indonesia. Produk motor Yamah dengan kode mesin Y1-Y2 ini hingga kini menjadi incaran kolektor motor," tulis Fortuna Motor. Masa Keemasan Memasuki 1990-an, RX-King semakin populer. Generasi ini lebih dikenal masyarakat sebagai “King Cobra” karena bentuk lampu depannya yang menyerupai kepala ular. Beberapa alasan RX-King menjadi idola, yaitu mesin 135 cc 2-tak yang sangat responsif. Akselerasi cepat dan cocok untuk perjalanan menengah dan jauh. Keunggulan lainnya yaitu mekanikalnya sederhana dan mudah dirawat. Kemudian bobot ringan membuatnya lincah untuk berkendara di jalanan kota yang padat. Restorasi Yamaha RX-King 2004 milik mantan pembalap liar. Pada masa itu, RX-King bahkan digunakan oleh aparat dan instansi pemerintah karena performanya dianggap dapat diandalkan. Masuk 2000-an, Yamaha melakukan penyegaran desain sekaligus menyesuaikan standar emisi. Pada 2002, lahirlah New RX-King dengan lampu lebih baru, panel meter baru, serta knalpot yang lebih ramah lingkungan. Meski tampil lebih modern, karakter performanya tetap dipertahankan: kuat sejak putaran bawah hingga atas. Regulasi emisi yang semakin ketat membuat motor dua-tak sulit memenuhi standar. Pada 2008, Yamaha resmi menghentikan produksi RX-King setelah lebih dari 20 tahun menemani pasar Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang