Industri modifikasi roda kendaraan terus berkembang mengikuti selera pasar, dan tren tersebut juga terasa kuat di segmen pelek aftermarket. Menurut Stevanus KT, National Sales Manager PT Stamford Tyres Distributor Indonesia, ada sejumlah model pelek yang mendominasi pilihan konsumen di Tanah Air. “Jadi kurang lebih ada empat motif pelek yang disukai kalau di Indonesia,” ujar Stevanus kepada Kompas.com belum lama ini. “Yang terkenal motif fin atau jari-jari kayak Alpina gitu. Atau model palang besar, seperti palang lima. Terus ada model disc sama model mesh,” kata dia. Ilustrasi pelek SSW Ia menjelaskan, pelek mesh atau jaring punya sejarah panjang di dunia modifikasi. Motif ini mendominasi pada masa klasik, namun kini mulai mendapatkan tempatnya kembali. “Kayak ngeblok model-model mesh-nya. Yang dulu tuh yang tengahnya gede. Sama model akar kayak BBS,” ucap Stevanus. Namun, berbicara soal pasar Indonesia saat ini, Stevanus menyebut motif spoke atau jari-jari jadi yang paling digemari konsumen. “Kalau di Indonesia populernya sebenarnya spoke atau jari-jari. Dari keseluruhan so far masih 50 persen (komposisi penjualan),” kata dia. Ilustrasi pelek mobil Menariknya, Stevanus melihat adanya pergeseran tren seiring makin berkembangnya pasar mobil listrik (EV) dan budaya modifikasi yang mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Ia menilai bahwa model mesh kini mulai naik daun lagi. “Tapi dengan kehadiran EV, modifikasinya. Saya rasa model mesh ini akan mulai disukai,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang