Prospek ekspor mobil nasional kembali menguat, dan Toyota menjadi salah satu pemain yang menatap 2025 dengan optimisme tinggi. Meski pasar domestik cenderung melemah, Toyota justru melihat peluang lebih besar pada pasar luar negeri. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menegaskan bahwa arah bisnis tahun ini akan dipacu oleh peningkatan ekspor. Booth Toyota di GIIAS 2024 “(Target tahun 2025) lebih baik daripada tahun lalu lah. Memang domestiknya kita turun tapi ekspornya kita naik,” ujar Bob, kepada Kompas.com, dikutip Minggu (30/11/2025). Ia juga menyebutkan bahwa performa ekspor Toyota diperkirakan akan bergerak lebih tinggi, meski belum bisa memastikan angka pastinya. “Sehingga kita bisa balance lah sebenarnya. Ekspor kalau enggak salah naik 6 persen,” kata dia. Ilustrasi ekspor mobil Toyota Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pasar global masih memberikan ruang pertumbuhan bagi industri. Pada Oktober 2025, ekspor mobil utuh (CBU) tercatat sebanyak 45.379 unit, turun 4,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melemah 2,8 persen secara tahunan. Namun secara kumulatif Januari–Oktober 2025, ekspor CBU justru tumbuh 9,1 persen menjadi 427.033 unit. Ilustrasi ekspor mobil. Di sisi lain, ekspor mobil dalam bentuk terurai (CKD) melonjak tajam. Dalam periode yang sama, CKD mencapai 7.140 set unit, naik 62,8 persen dari bulan sebelumnya. Secara kumulatif, kenaikannya bahkan mencapai 33 persen atau 52.813 set unit. Sebagai informasi, Toyota tetap berada di posisi teratas sebagai merek dengan ekspor CBU terbanyak pada Oktober 2025, yakni 15.350 unit. Di bawahnya menyusul Daihatsu (12.770 unit) dan Mitsubishi Motors (7.915 unit), lalu Hyundai, Suzuki, Wuling, Isuzu, dan Hino. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang