Langkah Toyota di pasar mobil listrik tampaknya akan memasuki babak baru. Pabrikan asal Jepang tersebut memberi sinyal kehadiran sebuah model anyar berukuran besar, yang diyakini merupakan SUV listrik tiga baris. Hal tersebut diketahui melalui teaser Toyota bertajuk “Something new is on the horizon”. Siluet yang ditampilkan memperlihatkan sosok kendaraan berukuran besar, dan kuat dugaan mengarah pada SUV listrik tiga baris yang sebelumnya sudah dikonfirmasi bakal diproduksi di Amerika Serikat. Meski Toyota masih menutup rapat detail resminya, berbagai petunjuk yang beredar mengarah pada model SUV keluarga bertenaga listrik yang rencananya diproduksi di Kentucky pada akhir tahun ini. Rencana tersebut sejatinya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, Toyota sempat mengumumkan akan menghadirkan 15 model kendaraan listrik secara global. Pada 2023, pabrikan asal Jepang itu menegaskan bahwa salah satu di antaranya adalah SUV listrik berukuran besar dengan konfigurasi tiga baris bangku. Model tersebut dikembangkan dari konsep bZ Large SUV yang diperkenalkan pada 2021. Saat itu, Toyota menyebutnya sebagai bZ5x dan memastikan bakal diproduksi di Amerika Serikat. Kini, teaser terbaru yang dirilis perusahaan diyakini kuat mengarah pada model yang sama Dikutip dari Carscoops, Rabu (28/1/2026), apabila dicermati, foto paten dari mobil konsep tersebut khususnya pada bagian belakang menunjukkan kemiripan dengan gambar teaser terbaru Toyota. Garis bodi, desain lampu belakang memanjang, hingga proporsi keseluruhan terlihat sejalan. SUV Listrik Toyota Menariknya, Toyota hingga kini belum mengonfirmasi nama resmi yang akan digunakan. Hal ini sejalan dengan langkah perusahaan yang belakangan mulai mengurangi penggunaan branding “bZ”, sekaligus menandai pergeseran strategi besar dalam pengembangan kendaraan listriknya. Toyota sendiri sudah memastikan SUV listrik tiga baris ini akan dirakit di Kentucky, dengan suplai baterai berasal dari fasilitas produksinya di North Carolina. Selama ini, kalangan industri menyebut model tersebut sebagai bZ5x. Namun, nama tersebut belum dipatenkan secara resmi oleh Toyota. Bukan tidak mungkin, pabrikan justru akan menghidupkan kembali nama Highlander untuk versi listriknya. Strategi tersebut dinilai masuk akal. Menggunakan nama besar yang sudah dikenal luas dapat mempermudah penerimaan pasar, sebagaimana dilakukan Ford saat memperkenalkan Mustang Mach-E. Apalagi, Toyota saat ini juga memiliki Grand Highlander bermesin konvensional. Soal nama, kemungkinan masih terbuka lebar, mulai dari tetap menggunakan bZ5x, mengusung nama Grand Crown, hingga bZ Highlander dengan embel-embel varian tertentu. Kepastian diyakini akan terungkap dalam waktu dekat, kemungkinan pada acara peluncuran di California bulan depan. Mobil ini diproyeksikan masuk jalur produksi pada paruh pertama 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang