Toyota memastikan siap mendukung program pemerintah yang akan menerapkan bahan bakar minyak dengan campuran etanol 10 persen atau E10 mulai 2027. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan bahwa meski regulasi baru mulai diberlakukan nanti, saat ini produk Toyota sudah mampu bekerja dengan baik menggunakan BBM etanol 10 persen. "Kalau E10 kita ikut pemerintah aja karena produk kita siap. Produk kita sampai E10 siap. Bahkan kita punya yang, kita ekspor mesin ke Brasil untuk yang E100," kata Nandi saat dikonfirmasi di Tangerang, pekan lalu. Toyota Fortuner hasil konversi 100 persen kompatibel dengan bahan bakar Bioetanol atau E100. Seperti diketahui, pemerintah Indonesia tengah berupaya mempercepat transisi menuju energi bersih, salah satunya dengan penerapan BBM campuran etanol 10 persen atau E10 mulai 2027. Saat ini, Indonesia baru menerapkan campuran etanol 5 persen atau E5 melalui Pertamax Green 95. Peningkatan ke E10 pada 2027 menjadi langkah lanjutan menuju energi transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Untuk diketahui, dari sisi teknis, penggunaan bioetanol E10 memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan. Dari sisi positif, bahan bakar ini menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, emisi lebih rendah, serta memiliki angka oktan lebih tinggi sehingga mesin lebih tahan terhadap knocking. Toyota Agya di GJAW 2024 Bioetanol juga lebih ramah lingkungan dan umumnya aman digunakan pada mesin bensin modern. Namun, BBM dengan etanol tetap memiliki beberapa kekurangan, seperti konsumsi bahan bakar yang sedikit lebih boros. Hal lainnya adalah sifat etanol yang lebih mudah menyerap air jika kendaraan jarang dipakai, serta potensi korosi pada kendaraan lawas dengan komponen karet lama. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.