Toyota akhirnya membuka lembaran baru dalam sejarah Hilux. Setelah puluhan tahun dikenal sebagai pikap diesel tangguh, generasi kesembilan Hilux kini hadir untuk pertama kalinya dalam versi listrik murni (BEV). Peluncurannya dilakukan di Thailand, yang sekaligus menjadi basis produksi penting bagi Toyota di kawasan Asia Tenggara. Namun, Toyota tak serta-merta meninggalkan mesin konvensional. Selain varian listrik, Hilux terbaru juga tersedia dengan pilihan powertrain mild-hybrid, bensin, diesel, hingga hidrogen, menjadikannya salah satu lini truk dengan varian paling lengkap di segmennya. Toyota Hilux BEV alias Hilux Travo-e Hilux generasi kesembilan ini ditawarkan dalam dua konfigurasi bodi: kabin tunggal dan kabin ganda. Menariknya, varian kabin ganda hanya akan dijual di Eropa dan Australia, sementara pasar Asia, termasuk Thailand dan kemungkinan besar Indonesia, akan kebagian versi kabin tunggal. Secara tampilan, Hilux terbaru tampil jauh lebih berotot dan modern. Wajahnya kini lebih bersudut, mengingatkan pada sang kakak, Toyota Tacoma. Logo oval khas Toyota kini digantikan tulisan besar di tengah grille tertutup—ciri khas mobil listrik—dengan lampu depan ramping dan futuristik yang menegaskan perubahan total dari generasi sebelumnya yang rilis pada 2015. Bagian samping dan belakang juga tak kalah menarik. Velg eksklusif untuk versi listrik, pijakan dek belakang baru untuk akses lebih mudah ke bak muatan, serta pijakan samping yang didesain ulang memperkuat kesan fungsional. Sementara di buritan, pintu belakang kini menampilkan emboss “TOYOTA” besar bergaya Amerika, lengkap dengan lampu rem ketiga yang menyatu di atas gagang pintu. Toyota Hilux BEV alias Hilux Travo-e Masuk ke kabin, kesan utilitarian khas Hilux lama benar-benar ditinggalkan. Interiornya kini tampil modern dengan dasbor berbentuk kotak dan layar sentuh 12,3 inci sebagai pusat infotainment. Kluster instrumen digital juga berukuran 12,3 inci (atau 7 inci di varian bawah), dengan tombol fisik AC dan kontrol dasar tetap dipertahankan demi kemudahan penggunaan. Desain setir terinspirasi langsung dari Land Cruiser, sementara di konsol tengah terdapat tuas transmisi mungil, pemilih mode berkendara, serta ruang penyimpanan ganda di sisi penumpang. Fitur keselamatan dan kenyamanan pun lebih lengkap, mulai dari blind spot monitoring, kamera pemantau pengemudi, hingga Safe Exit Assist. Toyota Hilux BEV alias Hilux Travo-e Sebagai pembeda, Hilux generasi baru ini juga menjadi truk Toyota pertama yang mengusung power steering elektrik (EPS). Meski begitu, versi dengan sistem hidrolik konvensional tetap dipertahankan di pasar Eropa Timur. Sorotan utama tentu ada di balik kapnya. Hilux listrik (BEV) mengandalkan dua motor listrik yang ditenagai baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh. Konfigurasi ini menghasilkan jarak tempuh sekitar 240 km (WLTP), dengan torsi 205 Nm di motor depan dan 269 Nm di belakang. Toyota Hilux BEV alias Hilux Travo-e Kemampuannya sebagai truk pekerja tetap dipertahankan. Daya angkut maksimal mencapai 715 kilogram, sementara kapasitas towing mencapai 1.600 kilogram—angka yang masih kompetitif di kelasnya. Toyota berencana mulai menjual Hilux listrik ini di Eropa dan Australia pada Desember 2025, disusul pasar Asia, termasuk Indonesia, pada 2026. Sementara pasar domestik Jepang baru akan mendapatkannya pertengahan tahun yang sama. Harga dan spesifikasi detail tiap pasar akan diumumkan menjelang peluncuran. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.