Toyota Agya GR Sport di Mandalika Festival of Speed 2025 Toyota Agya GR Sport kembali menjadi perhatian dalam lanjutan Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 2025 seri ke-3 dan ke-4, bagian dari Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 round 3. Mobil compact hatchback racikan Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) ini tampil kompetitif di tengah formasi starter padat dan kondisi permukaan sirkuit yang memiliki karakteristik baru.Salah satu sorotan muncul dari pembalap TGRI, Amato Rudolph. Pada seri ke-3 Sabtu (25/10), ia tidak bisa mencatatkan waktu saat kualifikasi karena kendala kelistrikan, sehingga harus start dari posisi paling belakang. Meski begitu, ia mampu melakukan overtaking beruntun hingga mengakhiri lomba di posisi ketiga seeded B, tepat di belakang rekan satu timnya, Jordan Johan, yang meraih podium kedua.Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menilai hasil tersebut menunjukkan stabilitas paket Agya GR Sport. “Peta persaingan di Kejurnas ITCR 1200 Seri ke-3 dan ke-4 semakin ketat dengan diikuti 26 starter, termasuk beberapa yang juga menggunakan All New Agya GR Sport… kolaborasi antar tim yang menggunakan Agya GR Sport juga mencerminkan semangat membangun ekosistem motorsport Indonesia yang semakin solid,” jelasnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Rabu 5 November 2025. Pada seri ke-4 Minggu (26/10), Jordan kembali mempertahankan konsistensi dan meraih podium kedua dengan catatan waktu 25:19.516. Sementara itu Amato sempat bertarung memperebutkan posisi pertama, namun insiden senggolan membuat velg mobilnya rusak sehingga harus puas finis ketujuh. Dukungan paket teknis dan peningkatan jumlah pembalap yang memilih Agya GR Sport juga dianggap sebagai indikator tren baru. Marketing Director TAM, Hiroyuki Oide menyatakan:“Semakin banyak pembalap yang berlaga dengan Toyota All New Agya GR Sport menjadi sinyal positif bagi perkembangan kejuaraan motorsport nasional.”Dua seri penutup dijadwalkan berlangsung pertengahan Desember, dan Agya GR Sport kembali diprediksi menjadi sorotan — bukan hanya terkait performa seri, namun juga sebagai barometer arah teknologi touring car 1.200 cc domestik.