— Sebanyak 1.895 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan tiga aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025). “Pengamanan untuk unjuk rasa pada Selasa ini ada 1.895 personel,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, dalam keterangan tertulis. Aksi pertama digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) dan sejumlah elemen buruh di kawasan Gambir. Sementara itu, demonstrasi kedua berlangsung di depan kompleks DPR/MPR RI, Senayan, bertepatan dengan rapat paripurna pengesahan RUU KUHAP dan RUU Perkoperasian. Adapun aksi ketiga digelar di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi. Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, menyesuaikan dengan peningkatan jumlah massa di lapangan. Ruslan mengimbau masyarakat untuk menghindari area sekitar lokasi aksi guna mengurangi potensi kemacetan. “Warga bisa cari jalan alternatif lainnya selama unjuk rasa berjalan,” ujarnya. Rute Alternatif yang Bisa Dilalui Warga Menghindari kawasan Gambir: gunakan Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Abdul Muis, atau alihkan perjalanan melalui Jalan Veteran–Suryopranoto. Menghindari area DPR/MPR RI Senayan: pengendara bisa melewati Jalan Asia Afrika, Jalan Hang Tuah, atau jalur Jalan Gatot Subroto arah Semanggi. Menghindari kawasan Mahkamah Konstitusi: pilih rute melalui Jalan Juanda, Jalan Pecenongan, atau memanfaatkan jalur Hayam Wuruk–Gajah Mada. Warga diimbau memantau informasi rekayasa lalu lintas terkini sebelum berangkat agar tidak terjebak kepadatan di sekitar titik demonstrasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.