PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menanggapi bahwa Jimny saat ini masih merupakan salah satu kendaraan roda empat yang prestis di mata konsumen Indonesia, meski stoknya sudah tersedia bahkan ada diskon hingga Rp 100 juta. Berbeda dengan kondisi lima tahun belakangan, ketika peminat mobil ikonik ini kesulitan mendapat unit karena harus impor langsung dari Jepang dengan stok terbatas. Bahkan sempat sampai viral ada lonjakan harga di atas harga resmi oleh oktum pramuniaga. Deputy Sales & Marketing Managing Director PT SIS, Dony Ismi Saputra, menegaskan bahwa nilai historis dan emosional dari model ini membuat prestisenya tetap terjaga. Suzuki Jimny milik Timo, pehobi fotografi dan berburu lansiran 2022. “Kalau menurut saya sampai sekarang, Jimny prestisenya masih ada. Tentu, hype-nya tidak seperti saat pertama diluncurkan kemarin karena biasanya hype suatu model itu berlangsung 1–2 tahun, setelah itu menurun. Itu yang pertama,” kata Dony kepada Kompas.com belum lama ini. Ia menambahkan, nilai prestise Jimny juga didukung oleh nilai emosional yang dimiliki konsumen. “Dengan range harga dan penawaran seperti itu, ada yang tidak hanya melihat fungsi dan value mobil, tapi juga emosional value. Prestisenya tetap ada karena yang membeli Jimny biasanya sudah punya histori,” jelasnya. Menurut Dony, sebagian besar pembeli Jimny memiliki pengalaman sebelumnya dengan model ini, sehingga prestisenya tidak mudah luntur. “Itulah yang membuat prestise masih ada. Kalau beli 1–2 tahun lalu mungkin belum cukup dana atau belum ada, tapi sekarang mereka sudah bisa membeli,” tambahnya. Jimny Adventure Experience IIMS 2025 Kabar diskon besar-besaran Jimny belakangan ramai diperbincangkan, terutama untuk unit produksi 2024 varian 5 pintu. Potongan harga yang diberikan mencapai Rp 60 juta untuk pembelian retail dan Rp 100 juta untuk pembelian atas nama perusahaan. Dony menegaskan, program ini merupakan kebijakan masing-masing dealer, disesuaikan dengan stok dan strategi penjualan lokal. “Mungkin kondisi di setiap diler berbeda. Ada yang memiliki stok lebih banyak dibandingkan daerah lain, sehingga mereka menawarkan program khusus. Itu wajar dan sah menurut kami,” ujar Dony. Harga normal Suzuki Jimny 5-door saat ini berkisar Rp 474 juta hingga Rp 502 juta OTR Jakarta, tergantung varian. Dengan diskon, harga efektif dapat turun menjadi sekitar Rp 410 juta untuk ritel, dan mendekati Rp 374 juta untuk fleet. Dari sisi ketersediaan, Jimny yang dulu inden kini sudah tersedia secara readystock di sejumlah diler. Data Gaikindo mencatat, sepanjang 2025 Suzuki memasok 524 unit Jimny 3 pintu (impor Jepang) dan 1.331 unit Jimny 5 pintu (impor India). Jimny Adventure Experience yang berlokasi di seberang pintu masuk Hall A2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, jadi salah satu daya tarik pameran IIMS 2025. Angka ini menunjukkan ketersediaan yang lebih stabil dibanding beberapa tahun sebelumnya, ketika konsumen harus menunggu lama untuk mendapatkan unit. Dari sisi karakter konsumen, disebutkan bahwa varian Jimny 3 pintu sebagian besar berasal dari penghobi, sedangkan varian 5 pintu digunakan lebih fleksibel, baik untuk mobil harian maupun operasional perusahaan. “Untuk karakter konsumen, mayoritas 3 pintu kebanyakan datang dari hobi. Untuk 5 pintu lebih mix, ada yang daily, ada yang hobi. Jadi meski ada diskon dan readystock, prestisenya tetap ada,” tutup Dony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang