Selama beberapa musim belakangan ini, Fabio Quartararo kerap mengeluhkan performa Yamaha M1 yang kurang kompetitif. Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, akhirnya memberikan tanggapannya. Quartararo merasa performa motornya jauh dari apa yang dia harapkan. Fabio Quartararo saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025 Dia tidak bisa selalu berada di barisan terdepan karena performa Yamaha M1 yang tidak dapat mengejar ketertinggalan dari pabrikan lain. Pavesio mengatakan, dari sudut pandang manusia, dia mengerti rasa frustrasi yang kadang-kadang dirasakan Quartararo. Namun, tidak ada gunanya juga selalu mengeluh di depan umum. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano "Tapi kita semua profesional dan kita berada dalam situasi yang sama. Kami menawarkan kepadanya kesempatan untuk balapan bersama Yamaha, dan dia menerimanya," ujar Pavesio, dikutip dari Crash.net, Kamis (4/12/2025). “Mengeluh terlalu banyak di depan umum tidak membantu komitmen perusahaan,” kata Pavesio. Quartararo menutup musim 2025 di peringkat kesembilan klasemen. Dia unggul 122 poin dari Yamaha terbaik berikutnya, milik Jack Miller dari Pramac. Pebalap Prancis itu meraih pole position lima kali pada 2025 dan berhasil naik podium di Jerez. “Motor ini jelas jauh lebih cepat dalam satu putaran, sebagian berkat Fabio. Motor ini juga lebih cepat dalam sprint dan sedikit lebih cepat dalam balapan jarak jauh. Tapi semakin sulit balapannya, semakin kita menderita,” ujarnya. Mulai musim depan, Yamaha M1 dengan mesin inline-4 akan pensiun. Quartararo dan para pebalap Yamaha lainnya akan berganti ke mesin V4. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang