Ilustrasi ujian praktik bikin SIM di Inggris Bagi banyak orang Indonesia, membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) sering dianggap proses yang melelahkan. Mulai dari antrean panjang, ujian teori yang sulit, hingga ujian praktik yang kerap membuat peserta gugup — semuanya bisa menjadi pengalaman penuh tantangan. Namun, ternyata kesulitan serupa juga dialami calon pengemudi di Inggris. Bahkan, ada yang bisa dibilang lebih ekstrem dari apa yang sering kita dengar di Indonesia.Menurut data dari Automobile Association (AA) Inggris, dilihat VIVA Otomotif Senin 17 November 2025, ada seorang peserta yang telah mengikuti ujian teori mengemudi hingga 128 kali dan tetap belum lulus. Total biaya yang dikeluarkan mencapai £2.944 atau sekitar Rp 74 juta, hanya untuk mencoba mendapatkan izin mengemudi. Kasus lain mencatat seseorang yang baru berhasil lulus setelah 75 kali ujian teori pada tahun 2024. Dengan biaya £23 per ujian, orang tersebut menghabiskan lebih dari £1.700 (sekitar Rp 45 juta) dan waktu lebih dari 90 jam hanya di ruang ujian.Tidak hanya teori, ujian praktik di Inggris juga bisa menjadi ujian kesabaran. Data yang diperoleh melalui permintaan informasi publik menunjukkan ada peserta yang mengikuti ujian praktik hingga 37 kali tanpa pernah lulus, dan ada pula yang baru lolos setelah 43 kali mencoba. Biaya ujian praktik pun tidak murah. AA mencatat bahwa ujian ini dikenakan biaya £60 (sekitar Rp 1 juta) pada hari kerja dan £75 (sekitar Rp 1,3 juta) pada akhir pekan. Jika dikalikan dengan puluhan percobaan, total pengeluaran bisa mencapai lebih dari Rp 60 juta. Menurut Emma Bush, Managing Director dari AA Driving School, ada banyak alasan mengapa seseorang kesulitan lulus ujian teori. Ia menjelaskan bahwa banyak calon pengemudi meremehkan tingkat kesulitan materi, yang mencakup rambu lalu lintas, jarak pengereman, hingga persepsi bahaya di jalan. Ujian teori di Inggris sendiri diperkenalkan pada tahun 1996 dan terdiri dari dua bagian: 50 soal pilihan gandaberdasarkan Highway Code serta uji persepsi bahaya, di mana peserta harus mengenali potensi bahaya dari video simulasi. Untuk lulus, peserta harus menjawab minimal 43 soal benar dan mencetak 44 poin dari 75 pada bagian kedua.