Pabrikan mobil kini lebih banyak menyodorkan transmisi otomatis. Mobil transmisi manual juga semakin jarang dipilih karena dianggap kurang praktis. Namun di balik kerumitan mengoperasikan kopling dan memindahkan gigi, ternyata ada manfaat lain yang jarang diketahui, yakni membantu menjaga kesehatan otak. Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ryuta Kawashima, ilmuwan saraf asal Jepang yang dikenal melalui gim Brain Age dan Dr. Kawashima's Brain Training. Penelitian tersebut dilakukan oleh timnya di Institute of Development, Aging and Cancer, Tohoku University. Ilustrasi menggunakan mode transmisi manual. Studi tersebut membandingkan aktivitas otak saat seseorang mengemudikan mobil bertransmisi manual dan otomatis. Hasilnya menunjukkan bahwa mengemudikan mobil manual mampu mengaktifkan korteks prefrontal, bagian otak yang berperan penting dalam fungsi memori, pengambilan keputusan, perhatian, serta kemampuan berpikir. Menurut penelitian tersebut, proses mengemudikan mobil manual membuat otak bekerja lebih aktif karena pengemudi harus terus menganalisis kondisi jalan, menentukan gigi transmisi yang tepat, kemudian mengoperasikan pedal kopling, tuas transmisi, dan pedal gas secara bersamaan. Rangkaian aktivitas tersebut membutuhkan koordinasi yang baik antara otak dan tubuh, sehingga memberikan stimulasi yang lebih besar dibandingkan saat mengemudikan mobil bertransmisi otomatis. "Anda harus menilai situasi lalu memilih gigi transmisi yang paling tepat. Hal ini memberikan beban yang lebih baik pada fungsi kognitif otak dibandingkan mengemudikan mobil otomatis yang lebih pasif," ujar Kawashima dikutip dari sea.ign, Minggu (5/6/2026). Ilustrasi mengemudi Latihan Otak Kawashima menjelaskan, mengemudikan mobil manual secara rutin dapat menjadi bentuk latihan bagi otak. Menurut dia, aktivitas tersebut memiliki "dampak yang signifikan dalam menjaga kesehatan mental dan fungsi kognitif." Temuan ini menjadi semakin relevan mengingat populasi lanjut usia terus bertambah di berbagai negara, termasuk Jepang. Penurunan fungsi kognitif dan meningkatnya kasus demensia menjadi salah satu tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat modern. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, mengemudikan mobil manual dinilai dapat menjadi salah satu aktivitas yang membantu menjaga otak tetap aktif sehingga berpotensi menunda penurunan fungsi kognitif. Tuas transmisi matik Daihatsu Ayla R ADS CVT Mobil Matik Saat ini popularitas mobil manual terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pembeli mobil lebih banyak memilih mobil bertransmisi otomatis karena dinilai lebih nyaman, terutama saat digunakan di lalu lintas perkotaan yang padat. Di Jepang maupun Amerika Serikat, pangsa pasar mobil manual saat ini diperkirakan hanya sekitar 1 hingga 2 persen dari total penjualan mobil baru. Bagi masyarakat yang tidak mengemudikan mobil manual, menjaga kesehatan otak tetap dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas lain yang merangsang fungsi kognitif. Meski ada hubungan antara mengemudikan mobil manual dan aktivitas otak yang lebih tinggi, cara ini hanya salah satu bentuk stimulasi kognitif, bukan satu-satunya cara mencegah demensia.