FIN Komodo menjadi salah satu kendaraan Side-by-Side (SxS), karya anak bangsa yang lahir dari Cimahi, Jawa Barat. Sebagai kendaraan utilitas, FIN Komodo banyak digunakan di sektor pertambangan, perkebunan, hingga penanggulangan darurat bencana. Meski kerap dipakai di area terpencil, kendaraan ini diklaim mudah dirawat dan tidak menyulitkan konsumen dari sisi perawatan. Komodo KD 500 4x4 di IIMS 2026 Pendiri FIN Komodo, Ibnu Susilo, mengatakan setiap unit sudah dibekali buku panduan lengkap agar pengguna memahami cara mengoperasikan dan merawat kendaraan dengan benar. "Di dalam buku manual, bagian pertama yang kami tekankan adalah safety driving, terutama untuk menghadapi medan ekstrem," ujar Ibnu kepada Kompas.com, di JIExpo Kemayoran, Sabtu (14/6/2026). "Kemudian kami mengenalkan seluruh komponennya, dan bab terakhir berisi panduan cara merawatnya. Jadi, meskipun pengguna berada jauh di pedalaman, mereka bisa merawatnya sendiri hanya dengan membaca buku tersebut," ujarnya. Fin Komodo Baru di IIMS 2017 Menurut Ibnu, pendekatan ini sengaja diterapkan karena banyak unit FIN Komodo beroperasi di wilayah yang jauh dari pusat kota. Saat ini, jaringan diler resmi FIN Komodo memang masih terbatas, yakni berada di Malang dan Balikpapan. Namun hal itu disebut bukan kendala besar karena kendaraan sudah dirancang agar kompatibel dengan bengkel umum. "Jika masih ada kesulitan, kami akan memberikan panduan (guide) langsung dari Cimahi," kata Ibnu. Fin Komodo besutan Cimahi, Jawa Barat "Kendaraan ini memang didesain agar sesuai dengan kemampuan bengkel-bengkel umum yang ada di Indonesia,: ujarnya. Dengan konsep tersebut, FIN Komodo tak hanya mengedepankan ketangguhan di medan ekstrem, tetapi juga kemudahan perawatan. Bagi pengguna di pelosok, ketersediaan suku cadang umum serta panduan teknis menjadi nilai tambah tersendiri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang