Produsen kendaraan utilitas lokal, FIN Komodo, resmi menandatangani kerja sama dengan OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship). Penandatangan dilakukan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Dihadiri oleh pendiri FIN Komodo Ibnu Susilo, Ketua Umum OK OCE Indonesia Iim Rusyamsi, dan pendiri OK OCE Sandiaga Uno. Sebagai informasi, OK OCE merupakan gerakan sosial dan ekosistem inkubasi bisnis berbasis komunitas di Indonesia yang didirikan untuk menciptakan lapangan kerja serta mendukung pelaku UMKM. Pendiri FIN Komodo, Ibnu Susilo, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah besar perusahaan setelah lebih dari dua dekade berdiri. FIN Komodo, resmi menandatangani kerja sama dengan OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship). "Sebetulnya saat ini kita sudah berumur 21 tahun dan akan mengembangkan dealership ke seluruh Indonesia," ujar Ibnu kepada Kompas.com, Sabtu (14/2/2026). "Masyarakat umum sudah boleh mendirikan dealer dengan persyaratan tertentu agar kita bisa memasarkan ke seluruh Indonesia dengan mengedepankan kearifan lokal," kata dia. Menurut Ibnu, kolaborasi dengan OK OCE dinilai relevan karena ekosistem organisasi tersebut dihuni banyak pelaku UMKM. "Selain itu, OK OCE merupakan kumpulan dari UKM-UKM. Fin Komodo sendiri terbentuk karena dukungan lebih dari 90 UKM," ujarnya. Ia menambahkan, perjalanan FIN Komodo tidak lepas dari peran para pelaku usaha kecil dan menengah. FIN Komodo, resmi menandatangani kerja sama dengan OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship). "Selama 17 tahun terakhir, kita didukung oleh para UKM tersebut. Pada 5 tahun pertama, kita bergerak sendirian, namun setelah bekerja sama dengan UKM, produksi kita naik," kata Ibnu. Memasuki usia ke-21 tahun, FIN Komodo kini masuk ke tahap penguatan jaringan dealership atau keagenan dengan konsep 3S, yakni Sales, Service, dan Sparepart. "Sekarang, setelah melewati umur 21 tahun, kita masuk ke tahap kerja sama dealership (keagenan) dengan konsep 3S, Sales, Service, dan Sparepart," ujarnya. Ibnu optimistis jika konsep 3S berjalan optimal, dampaknya bukan hanya pada penjualan kendaraan, tetapi juga pada pemerataan ekonomi. "Jika 3S ini berjalan, Indonesia akan maju dan desa-desa yang tadinya tertinggal akan saling terhubung. Karena OK OCE punya jaringan seluruh Indonesia itu akan jadi simbiosis mutualisme," kata Ibnu. Fin Komodo Bledhex Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai peluang pengembangan dealer di daerah masih sangat besar. "Nanti kita setelah ini kita akan bikin teknis juga nanti juga ada perjanjian kerja sama ini peluangnya banyak sekali karena ada banyak di daerah baru," ujar Iim. Melalui kolaborasi ini, keduanya berharap dapat mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor otomotif, sekaligus memperkuat ekosistem industri kendaraan nasional berbasis UMKM di berbagai daerah. "Saat ini dilernya ada dua di Malang dan juga di Balikpapan, OKE OCE sudah tersebar seluruh Indonesia kami akan dorong untuk bisa peluang," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang