Persaingan industri otomotif nasional diproyeksikan semakin ketat pada 2026, seiring masuknya model-model baru terutama dari pabrikan asal negeri Tiongkok, serta meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap produk maupun layanan. Menghadapi kondisi tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat daya saing, khususnya di segmen kendaraan roda empat. Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, mengatakan bahwa fokus utama Suzuki tetap berangkat dari misi dasar perusahaan, yakni menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi yang berorientasi pada konsumen. “Di Suzuki, misi kami sama, menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi yang berorientasi kepada konsumen,” kata Dony, di Jakarta Utara, Kamis (29/1/2026). Salah satu langkah utama yang disiapkan Suzuki adalah menghadirkan produk-produk baru dengan nilai lebih. Dony mengungkapkan, Suzuki telah menyiapkan beberapa model baru yang akan diluncurkan pada 2026 untuk menstimulus pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi yang semakin padat. “Menghadirkan produk baru yang punya value tinggi. Jadi kami sudah siapkan beberapa model di 2026 untuk menstimulus market, dan tentunya untuk bisa meningkatkan daya kompetisi kami terhadap market di Indonesia, khususnya di roda empat,” ujarnya. Booth Suzuki IIMS 2025 Salah satu model yang bakal diluncurkan dan cukup banyak ditunggu konsumen adalah mobil listrik pertama dari Suzuki yakni e-Vitara. Tak hanya mengandalkan peluncuran produk, Suzuki juga menekankan pentingnya value kompetitif yang ditawarkan ke konsumen. Menurut Dony, nilai tersebut tidak semata-mata berbicara soal harga, melainkan keseluruhan paket yang diterima konsumen. “Selain itu, kami juga memberikan value kompetitif untuk market tersebut. Tidak hanya harga, tapi juga nilai yang ada di dalamnya,” kata Dony. Nilai tambah tersebut diwujudkan melalui berbagai benefit yang menyertai pembelian kendaraan Suzuki. Perusahaan juga menargetkan peningkatan kualitas layanan purnajual, yang dinilai menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga loyalitas konsumen. “Kami juga memberikan benefit kepada konsumen ketika mereka membeli produk kami, kemudian meningkatkan pelayanan yang saat ini sudah ada, dengan harapan kepuasan pelanggan naik,” ujarnya. Di sisi lain, Suzuki juga mempersiapkan penguatan infrastruktur pendukung, terutama jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih baik bagi konsumen di berbagai daerah. Bengkel Suzuki “Berkaitan dengan ketersediaan bengkel dan suku cadang, itu juga kami tingkatkan di tahun 2026,” kata Dony. Melalui kombinasi produk baru, value kompetitif, serta penguatan layanan purnajual, Suzuki berharap dapat meningkatkan kinerja penjualan pada 2026. Targetnya, capaian tahun depan bisa melampaui hasil yang dibukukan sepanjang 2025. “Dengan hal tersebut, kami harapkan market dan penjualan Suzuki bisa naik dan lebih baik dibandingkan tahun 2025,” ujar Dony. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang