Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperbanyak shelter khusus pengemudi ojek online (ojol) di berbagai titik strategis. Fasilitas ini nantinya tidak hanya tersedia di kawasan pusat kota, tetapi juga akan dibangun di terminal hingga kawasan stasiun untuk mendukung mobilitas masyarakat. Salah satunya, seperti yang sudah diresmikan di kawasan Thamrin-Bundaran HI. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Wisma Kosgoro, dan Grab Indonesia. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) berkumpul di Shelter Gojek Stasiun Bekasi, Selasa (1/7/2026). Meski pemerintah menetapkan komisi aplikator maksimal 8 persen, para pengemudi mengaku kebijakan tersebut belum berdampak pada peningkatan. Shelter ojol dibangun untuk mempermudah masyarakat menggunakan layanan transportasi daring sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Bundaran HI. "Tujuan diadakannya shelter ini adalah untuk menertibkan agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026). Ia menegaskan, upaya pembenahan transportasi Jakarta tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan memperkuat konektivitas dan sinergi bersama pelaku usaha transportasi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Shelter Grab Indonesia Thamrin-Bundaran HI di Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/7). Shelter Bakal Diperluas Pramono berharap konsep shelter serupa dapat diterapkan di lebih banyak lokasi strategis di Jakarta. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu menciptakan titik jemput dan antar penumpang yang lebih tertib sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. "Saya sangat berharap bahwa tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini, tapi di tempat-tempat lain terjaga terawat dengan baik," ujarnya. Rencana perluasan shelter tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Pemerintah akan menggandeng asosiasi properti hingga pelaku usaha untuk menentukan lokasi pembangunan shelter berikutnya. Ilustrasi driver ojek online Terminal dan Stasiun Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, memastikan shelter serupa akan dibangun di berbagai terminal dan kawasan stasiun sebagai bagian dari penataan transportasi perkotaan. Ia menambahkan, dirinya telah menginstruksikan agar shelter ini juga dibangun di terminal-terminal di Jakarta serta akan melakukan penataan di stasiun-stasiun. "Seluruh terminal saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat shelter dan terminal Pulogebang kemarin sudah dan selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada shelter-shelternya," kata Budi. Ilustrasi ojek online (ojol). Budi menambahkan, seluruh shelter tersebut akan beroperasi selama 24 jam dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat maupun pengemudi ojek online. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi daring sekaligus menciptakan kawasan naik-turun penumpang yang lebih aman, tertib, dan terintegrasi dengan simpul transportasi umum.