Ilustrasi tune up mobil Berbicara soal perawatan mobil, masih banyak pemilik kendaraan yang menganggap servis dan tune up sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, cakupan pekerjaan, dan waktu pelaksanaan yang berbeda meski sama-sama penting untuk menjaga kondisi mobil. Dikutip VIVA Otomotif dari laman Daihatsu Indonesia, Kamis 18 Desember 2025, servis mobil bisa diibaratkan sebagai perawatan rutin yang bersifat menyeluruh dan terjadwal. Umumnya dilakukan setiap 10.000 kilometer, servis mencakup pengecekan mesin, sistem kelistrikan, rem, suspensi, hingga penggantian oli dan pemeriksaan komponen pendukung lainnya.Sementara itu, tune up lebih berfokus pada pemulihan performa mesin yang mulai menurun. Proses ini biasanya dilakukan saat mobil terasa kurang bertenaga, konsumsi bahan bakar memburuk, atau suara mesin tidak lagi halus seperti sebelumnya. Dalam proses tune up, busi menjadi salah satu komponen yang paling sering diperiksa dan diganti. Komponen ini berperan penting dalam pembakaran, sehingga busi yang aus atau kotor dapat membuat mesin pincang dan efisiensi menurun. Ilustrasi tune up mesin mobil. Filter udara juga menjadi perhatian utama karena memengaruhi kualitas udara yang masuk ke ruang bakar. Jika kondisinya masih baik, filter cukup dibersihkan, namun bila sudah rusak atau terlalu kotor, penggantian menjadi solusi terbaik. Meski identik dengan servis berkala, penggantian oli mesin juga kerap dilakukan saat tune up. Oli yang sudah menurun kualitasnya dapat meningkatkan gesekan antar komponen dan membuat kinerja mesin tidak optimal. Selain itu, kondisi aki turut diperiksa untuk memastikan suplai listrik tetap stabil. Tegangan aki ideal berada di kisaran 12 volt saat mesin mati dan sekitar 14 volt saat mesin hidup, sehingga aki lemah perlu segera diganti.Perbedaan mendasar servis dan tune up terletak pada ruang lingkup pengerjaannya. Servis bersifat preventif dan menyeluruh, sedangkan tune up bersifat korektif dengan fokus utama pada komponen mesin untuk mengembalikan performa kendaraan.Jika mobil jarang dilakukan tune up, penurunan performa akan terjadi secara perlahan namun pasti. Dampaknya bukan hanya tenaga melemah dan konsumsi BBM boros, tetapi juga berisiko memicu kerusakan komponen lain yang berujung biaya lebih besar di kemudian hari.