Ketika negara lain di Asia Tenggara ramai-ramai menaikkan harga BBM, Indonesia justru menahan diri. Bukan hanya subsidi, bahan bakar nonsubsidi juga tak mengalami perubahan. Lantas, sampai kapan ini akan bertahan?Pemerintah melalui Presiden, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak mengumumkan, sampai kapan harga BBM di Indonesia akan bertahan. Namun, masyarakat diminta tetap tenang dan tak perlu panic buying. Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah memprediksi, penahanan harga BBM itu tak akan berlangsung lama. Sebab, jika harga minyak terus meningkat hingga akhir tahun, pemerintah akan semakin sulit mempertahankan harganya tetap stabil."Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM tidak naik. Oleh karena itu masyarakat dan pelaku bisnis perlu memahami bahwa penyesuaian harga energi dalam kondisi tertentu merupakan bagian dari respons kebijakan yang wajar, selama diikuti dengan kompensasi yang tepat sasaran," ujar Piter dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (4/4).Harga BBM di Indonesia tak naik. Foto: Muhammad Farrel / detikfotoPiter juga mengingatkan kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, serta tekanan fiskal perlu diantisipasi dari sisi stabilitas sistem keuangan. Menurutnya, dalam situasi ketidakpastian global yang meningkat, koordinasi kebijakan antarotoritas ekonomi menjadi semakin penting."Dalam kondisi seperti ini, koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi krusial. Dunia usaha dan pelaku pasar tentu menunggu sinyal kebijakan dari otoritas seperti Bank Indonesia, OJK, serta Kementerian Keuangan mengenai arah stabilitas sistem keuangan ke depan," terang Piter.Harga minyak dunia telah melampaui asumsi APBN 2026 yang berada di kisaran US$ 70 per barel. Kini, harga pasarannya sudah mencapai US$ 100-an per barel.Board of Experts Prasasti yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, ketika kenaikan harga minyak dunia sudah sejauh itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah 5 persen."Dalam skenario harga minyak tinggi yang berkepanjangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berpotensi melambat. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat turun ke kisaran 4,7-4,9 persen, di bawah rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir," kata Halim.Berikut Harga BBM per 1 April 2026Harga BBM BPBP 92: Rp 12.390BP Ultimate Diesel: Rp 14.620Harga BBM PertaminaPertamax: Rp 12.300/literPertamax Turbo: Rp 13.100/literPertamax Green 95: Rp 12.900/literDexlite: Rp 14.200/literPertamina Dex: Rp 14.500/literHarga BBM VivoVivo Revvo 92: Rp 12.390Vivo Revvo 95: Rp 12.930Vivo Diesel Primus: Rp 14.610.