Perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak Februari 2022 tidak hanya berdampak pada sektor energi dan ekonomi global, tetapi juga merembet ke dunia otomotif. Salah satu yang terkena imbas langsung adalah distribusi motor gede alias moge, Ural, di Indonesia. Michael Sofyan, pemilik Hobby Motor sekaligus importir motor dan mobil CBU di kawasan Arteri Pondok Indah, mengungkapkan bahwa pasokan Ural ke Tanah Air praktis terhenti sejak konflik kedua negara memanas hingga hari ini. “Kita sudah bawa Ural ke Indonesia sejak 2017. Waktu itu ikut pameran di GIIAS, sudah beberapa kali juga. Penjualannya lumayan bagus, orang mulai inden-inden. Tahun pertama, ketiga orang sudah mulai inden, eh tiba-tiba perang,” ujar Michael kepada Kompas.com di Jakarta, pekan lalu. Ural Ambassador Menurutnya, kondisi ini berawal saat transaksi dengan pihak Rusia diblokir karena sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan sekutunya. “Saya kan waktu itu sudah ada yang DP, sudah belanja unit dan sebagainya. Tiba-tiba perang Rusia-Ukraina meletus, semuanya keblok,” kata Michael. “Saya juga nggak tahu awalnya kenapa, tapi ternyata uang dollar itu nggak boleh masuk ke Rusia. Kayaknya ada perjanjian atau aturan dari Amerika supaya uang dollar nggak bisa ke sana,” kata dia. Masalah semakin rumit ketika transaksi melalui bank di Singapura ikut diperiksa. Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mengendarai motor Ural bersama dua pemimpin Crimea pada Agustus 2019. Baik Putin dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sama-sama pernah mendapat komplain karena dianggap melanggar lalu lintas. “Akhirnya saya dipanggil, karena transaksinya lewat bank Singapura. Mereka tanya, ini jual beli apa? Senjata? Wah, kacau juga. Soalnya Ural itu kan termasuk peralatan perang, motornya memang digunakan juga untuk kebutuhan militer,” ujarnya. Michael menjelaskan bahwa pabrikan Ural di Rusia merupakan perusahaan milik negara yang juga memproduksi berbagai komponen industri. “Ural itu di sana bikin suku cadang pesawat, suku cadang kereta, dan juga kendaraan. Dia memang 100 persen milik negara. Nah, karena itu, begitu saya beli barang yang dikategorikan peralatan militer, ditahan lah transaksinya,” ucapnya. Michael menyebut bahwa proses klarifikasi memakan waktu lama. Sepeda motor Ural menghadiran konsep motor listrik “Akhirnya kita kasih penjelasan bahwa itu bukan bagian dari peralatan perang, dan bahwa kita ini agen resmi di sini. Tapi prosesnya lama, hampir setahun lebih uang dan barang tertahan,” katanya. “Akhirnya uang DP konsumen kita balikin dulu, karena nggak bisa gimana lagi. Sampai sekarang pun belum bisa belanja lagi ke Rusia, karena kita nggak bisa kirim ke sana, dan mereka juga nggak bisa kirim langsung ke sini,” kata Michael. Sebagai informasi, Ural merupakan merek motor asal Rusia yang dikenal dengan desain klasik dan tambahan bangku di samping atau sespan. Motor ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer Uni Soviet pada masa Perang Dunia II, lalu berevolusi menjadi kendaraan hobi dan koleksi dengan penggemar khusus di berbagai negara. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.