Uji tabrak Suzuki Fronx di Jepang Yang bikin publik makin tercengang, Suzuki langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan penjualan Fronx di Selandia Baru. Bahkan, pemilik yang sudah membeli Fronx diminta untuk tidak membawa penumpang di bangku belakang dulu. Kok bisa segitunya?Masalah di Sabuk Pengaman Belakang Saat diuji tabrak, komponen ini disebut gagal bekerja optimal, sehingga dummy penumpang belakang mengalami pergerakan ke depan yang terlalu jauh. Dampaknya tentu berbahaya karena berpotensi menyebabkan cedera parah. Mengetahui hasil tersebut, Suzuki bergerak cepat. Penjualan dihentikan sementara, dan brand Jepang itu diperkirakan akan melakukan recall untuk memperbaiki komponen yang bermasalah sekaligus memastikan Fronx di masa depan lebih aman. Fronx versi India memang belum diuji secara resmi. Namun model basisnya, Suzuki Baleno, sebelumnya sudah meraih rating 4-bintang Bharat NCAP, sehingga sedikit memberi ketenangan bagi konsumen. Meski begitu, kasus Fronx jelas membuka mata bahwa evaluasi menyeluruh tetap harus dilakukan. Kasus ini juga kembali menegaskan pentingnya fitur keselamatan dan kesadaran menggunakan sabuk pengaman belakang, yang sering kali masih dianggap sepele oleh banyak pengguna mobil.Untuk saat ini, publik tinggal menunggu langkah resmi Suzuki berikutnya recall besar-besaran atau pembaruan komponen di model selanjutnya. Yang pasti, isu keselamatan kembali jadi pekerjaan rumah besar bagi Suzuki.