JAKARTA, KOMPAS.com – Honda Vario 125 masih menjadi salah satu skutik terpopuler di Indonesia. Pada generasi terbaru, Honda menghadirkan tiga varian: CBS, CBS-ISS, dan Street. Dari ketiganya, Vario 125 Street tampil paling ekspresif berkat setang telanjang, ergonomi lebih santai, serta banderol yang juga menjadi yang tertinggi di keluarga Vario 125. Test ride Honda Vario 125 Street Secara desain, wajah depan kini kembali mengingatkan pada era Vario LED generasi lama, namun dengan sentuhan modern. Pancaran lampu dibuat lebih lebar, sementara desain buritan mengarah ke gaya Vario 160. Khusus varian Street, identitasnya terasa kuat lewat setang terbuka, panel meter ber-cover besar, serta pilihan warna berani seperti pelek merah, putih, dan ungu. Test ride Honda Vario 125 Street Karakternya jelas menyasar pengguna muda yang ingin tampil beda. Meski begitu, finishing bodi doff menuntut perawatan ekstra agar tidak cepat kusam. Panel instrumen digital juga belum berubah signifikan dibanding model sebelumnya. Test ride Honda Vario 125 Street Fungsional, namun belum terasa “baru”. Masuk ke fitur, Vario 125 Street masih memegang formula sederhana namun relevan untuk harian. Panel instrumen digital mudah dibaca, bagasi tetap 18 liter, dan kini sudah tersedia USB charger Tipe-C di console box. Test ride Honda Vario 125 Street Sistem pencahayaan full LED terasa cukup untuk pemakaian kota, meski pada kondisi hujan dan malam hari pengendara perlu memanfaatkan lampu jauh untuk visibilitas lebih baik. Di balik kemudinya, perubahan paling terasa justru pada ergonomi. Setang dibuat lebih tinggi, lebar, dan sedikit mundur, sehingga posisi duduk terasa santai dan tidak mudah melelahkan. Test ride Honda Vario 125 Street Suspensi bekerja cukup empuk tanpa membuat motor limbung, sementara manuver di kecepatan rendah masih terasa stabil. Tenaga mesin 125 cc SOHC memang tidak mengalami peningkatan, namun karakter tarikan bawah sampai menengahnya responsif untuk setop and go. Catatan muncul pada ruang kaki yang terasa sempit, serta getaran di area setang yang masih sesekali terasa. Dari sisi efisiensi, Vario 125 Street mencatat konsumsi bahan bakar terbaik di kisaran 46,6 km per liter berdasarkan metode full to full, dan sekitar 40,7 km per liter pada kondisi terpadat. Test ride Honda Vario 125 Street Dengan tangki 5,5 liter, jarak tempuh teoritisnya dapat mencapai lebih dari 250 kilometer dalam sekali pengisian. Bagi konsumen yang mempertimbangkan pembelian secara kredit di wilayah Jakarta–Tangerang, harga OTR Vario 125 Street dipatok Rp 27.230.000. Skema DP Rp 5.900.000 menghasilkan cicilan sekitar Rp 2.560.000 untuk tenor 11 bulan, atau Rp 1.190.000 untuk tenor 35 bulan. Opsi DP lebih ringan Rp 2.400.000 tersedia dengan cicilan mulai Rp 1.370.000 di tenor terpanjang. Sementara untuk biaya kepemilikan jangka panjang, komponen fast moving masih menjadi pos utama saat servis berkala di AHASS. Servis ringan dipatok Rp 90.000, oli mesin mulai Rp 59.000 – Rp 69.500, oli gardan Rp 19.500, busi Rp 16.000 – Rp 23.000, hingga kampas rem dan V-belt set yang total estimasi penggantian bersamaan bisa menyentuh sekitar Rp 640.500, yang tentu disesuaikan dengan kondisi pemakaian. Secara keseluruhan, Honda Vario 125 Street bukan sekadar varian kosmetik. Perubahan ergonomi, karakter desain, dan efisiensi bahan bakar membuatnya terasa lebih matang sebagai skutik harian. Motor ini santai dikendarai, ekspresif secara visual, namun tetap rasional soal biaya perawatan dan konsumsi BBM. Cocok bagi pengguna yang ingin naik kelas dari skutik entry-level tanpa kehilangan rasa familier khas Vario. Kesimpulan: - Ergonomi lebih santai, tidak cepat pegal untuk harian - Suspensi empuk dan stabil, nyaman di jalan bergelombang - Tarikan bawah–menengah responsif untuk setop & go - Konsumsi BBM irit bisa tembus 46 km per liter Kekurangan: - Panel instrumen belum berubah signifikan - Ruang kaki terasa sempit - Getaran setang masih terasa - Fitur tergolong sederhana dibanding kompetitor Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang