Polytron menyambut positif program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang tengah didorong pemerintah. Namun, perusahaan belum mengetahui secara pasti posisi maupun perkembangan program tersebut, termasuk peluang keterlibatan Polytron di dalamnya. Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan program Molinas yang telah diperkenalkan pemerintah. “Motor nasional sampai saat ini belum ya. Sampai saat ini baru yang ramai di berita itu saja. Ya kami enggak tahu posisinya, enggak bisa berandai-andai, jadi kita lihat saja perkembangannya,” ujar Ilman di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Sambut Molinas Meski belum mengetahui secara detail mengenai posisi Polytron dalam program tersebut, Ilman mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah untuk mengembangkan industri motor listrik nasional. “Yang pasti kami happy, pemerintah ingin memajukan industri motor listrik nasional, apapun caranya. Yang pasti akan bagus untuk seluruh konsumen di Indonesia. Apalagi dengan BBM yang seperti sekarang kan, terasa hematnya,” kata Ilman. Molinas merupakan program pengembangan ekosistem motor listrik nasional yang tidak hanya berfokus pada produk kendaraan, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai pasok industri dari hulu hingga hilir di Indonesia. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Pemerintah sebelumnya menyebut program tersebut berpotensi melibatkan lebih banyak merek. Di samping merek yang telah diperkenalkan dalam peluncuran beberapa waktu lalu. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman mengatakan, terdapat sekitar 10 merek yang berpotensi masuk dalam program Molinas. Proses kurasi calon peserta masih berlangsung. TKDN Polytron Tembus 45 Persen Dari sisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Polytron menyebut produknya saat ini telah mencapai 45 persen. Perusahaan menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 60 persen pada tahun depan. Pabrik perakitan motor listrik Polytron Polytron juga telah memiliki fasilitas perakitan baterai motor listrik di Sayung, Demak, Jawa Tengah. Baterai yang digunakan merupakan jenis lithium iron phosphate (LFP). Dari penjelasan Ilman, Polytron berpeluang masuk dalam program Molinas yang digaungkan pemerintah. Meskipun perusahaan mengaku belum tahu detailnya. Sementara itu, pemerintah mensyaratkan calon peserta Molinas memiliki basis produksi di Indonesia. “Yang jelas dari 69 (merek motor listrik) kan banyak ya. Tapi yang (masuk) kriteria, yang TKDN komitmen sampai 60 persen,” ujar Atong di Jakarta, belum lama ini. Dengan target TKDN Fox 350 mencapai 60 persen pada tahun depan, Polytron setidaknya tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan kandungan lokal produknya sejalan dengan arah pengembangan industri motor listrik nasional.