PT Chery Sales Indonesia (CSI) mencatat perubahan struktur penjualan pada semester II 2025, di mana kontribusi kendaraan non-listrik justru lebih dominan dibandingkan mobil listrik murni (BEV). Agustian Ferikles, Great Regional Manager PT Chery Sales Indonesia, mengatakan bahwa pada paruh kedua 2025, komposisi penjualan Chery berbalik dibandingkan periode sebelumnya yang didominasi BEV. “Berdasarkan data semester kedua 2025, komposisi penjualan non-BEV kami lebih besar dibandingkan BEV,” kata Agustian di Tangerang, Senin (5/1/2026). Ia menjelaskan, kontribusi kendaraan non-BEV seperti ICE dan hybrid bahkan mencapai sekitar 80 persen dari total penjualan Chery pada periode tersebut. Test drive Chery Tiggo Cross CSH Menurut Agustian, perubahan komposisi itu menunjukkan bahwa produk non-BEV Chery mulai diterima pasar, khususnya di wilayah Jawa, yang selama ini menjadi kontributor utama penjualan. Salah satu model yang dinilai berperan besar terhadap peningkatan penjualan non-BEV adalah Tiggo Cross CSH, yang diluncurkan pada paruh kedua 2025. “Kondisi ini menjadi refleksi bagi strategi kami di 2026, terutama untuk memperkuat penetrasi ke pasar non-Jawa agar kontribusinya bisa lebih baik,” ujar Agustian. Ke depan, Chery menargetkan perluasan jangkauan pasar dengan mengandalkan portofolio produk yang lebih beragam, tidak hanya BEV, tetapi juga ICE dan hybrid, guna menjawab kebutuhan konsumen di berbagai daerah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang