Perubahan besar tengah dijalani Yamaha di MotoGP. Pabrikan asal Jepang itu memasuki fase transisi paling kompleks sepanjang sejarah keterlibatannya di kelas utama. Yamaha kabarnya telah siap menguji mesin 850 cc bahkan saat proyek mesin V4 baru saja diluncurkan untuk musim ini. Pebalap Yamaha Factory Racing asal Spanyol Jorge Lorenzo meninggalkan pit pada hari kedua uji coba di Sirkuit Phillip Island, Selasa (4/3/2014). Peralihan Yamaha ke mesin V4 pada musim terakhir era 1000 cc membuat YZR-M1 menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di MotoGP. Dalam rentang tiga tahun, Yamaha harus beradaptasi dengan tiga konfigurasi mesin berbeda. 4, V4 1000 cc, hingga V4 850 cc. Seorang mekanik sedang mempersiapkan motor Yamaha YZR-M1 2022 milik Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) di Sirkuit Termas de Rio Hondo menjelang MotoGP Argentina 2022, Kamis (31/3/2022) waktu setempat. Bisa dibilang ini merupakan tantangan teknis yang belum pernah dialami pabrikan mana pun. Musim 2026 menjadi tahap tengah dari proyek paralel tersebut. Yamaha resmi membuka lembaran baru dalam sejarah MotoGP dengan memperkenalkan YZR-M1 versi 2026 Mesin V4 1000 cc menggantikan mesin Inline-4 yang telah digunakan lebih dari dua dekade. Namun, konfigurasi ini hanya akan digunakan selama satu musim, sebelum MotoGP resmi beralih ke mesin 850 cc dan ban Pirelli pada 2027. “Tahun lalu, ada investasi yang sangat besar,” ujar Massimo Meregalli, Sport Manager, Yamaha Motor Racing & Team Director, Monster Energy Yamaha MotoGP di Jakarta, Rabu (21/1/2026). “Karena kami terus mengembangkan mesin Inline-4 lama bersamaan dengan mesin V4 1000 cc baru, dan mulai mendesain serta memproduksi mesin 850 cc,” kata dia. Fabio Quartararo saat mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit MIsano Menurut Meregalli, fokus Yamaha kini mulai dipersempit. Dari tiga proyek paralel yang berjalan bersamaan pada 2025, Yamaha beralih ke dua proyek utama pada musim ini, yaitu pengembangan V4 1000 cc dan persiapan mesin 850 cc. “Jadi tahun ini, kami beralih dari tiga proyek paralel menjadi dua. Mesin 850 cc sudah siap. Kami akan mencoba untuk segera turun ke lintasan. Saya rasa tidak akan lebih dari dua atau tiga bulan lagi, tetapi semuanya berjalan ke arah yang benar,” ucap dia. Yamaha YZR-M1 2026 Menariknya, mesin 850 cc Yamaha tidak akan menunggu era baru MotoGP dimulai untuk diuji. Yamaha berencana segera membawa mesin tersebut ke lintasan, bahkan saat proyek V4 masih dalam tahap awal pengembangan. “Yang pasti, pada awalnya, mesin [850 cc] akan diuji, kemungkinan besar dengan [motor] saat ini dan mungkin sudah menggunakan aerodinamika 2027, karena banyak hal yang berubah dengan peraturan,” kata Meregalli. Meski peralihan ke V4 1000 cc dilakukan untuk memaksimalkan karakteristik ban Michelin yang masih digunakan hingga 2026, Yamaha menegaskan bahwa arah teknis mereka untuk era 850 cc sudah final. Menurutnya, tak ada rencana kembali ke mesin Inline-4. Langkah agresif Yamaha ini menempatkan mereka sejajar dengan rival-rival Eropa dan Jepang lainnya. KTM dan Honda telah lebih dulu menguji prototipe awal mesin 850 cc secara tertutup, sementara Ducati dan Aprilia menargetkan debut pada musim semi. Dengan pengujian mesin 850 cc yang dimulai lebih cepat, Yamaha berharap tidak hanya siap menyambut era baru MotoGP 2027, tetapi juga memastikan transisi dari V4 1000 cc berjalan lebih mulus. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang