PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih mempertimbangkan peluang produksi lokal Suzuki S-Presso, mobil perkotaan berharga murah dengan gaya sport utility vehicle (SUV), di Indonesia. Hingga saat ini, model tersebut diketahui masih didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari India. Deputy Sales & Marketing Managing Director PT SIS, Dony Ismi Saputra, mengatakan bahwa fokus utama penjualan Suzuki di Indonesia saat ini masih bertumpu pada model-model yang diproduksi di dalam negeri. Presso milik Renaldy Ramadian Di antaranya, Ertiga, XL7, Fronx, dan Carry. “Tulang punggung penjualan kami adalah model-model yang diproduksi di sini,” ujar Dony menanggapi penjualan S-Presso kepada Kompas.com belum lama ini. Meski demikian, Suzuki tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan produksi lokal pada model lain, termasuk S-Presso, selama terdapat permintaan yang memadai dan secara bisnis dinilai layak. “Jadi apakah ada permintaan yang lain untuk diproduksi lokal? Tentunya kita melakukan studi terhadap seluruh model yang dipasarkan, apakah layak kita lakukan investasi atau tidak,” kata Dony. Ia menjelaskan, proses evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari volume pasar, potensi terhadap permintaan, hingga kesiapan investasi jangka panjang. “Termasuk unit-unit S-Presso yang kami datangkan terlebih dahulu untuk proses studi,” ujarnya. Seperti diketahui, S-Presso saat ini diposisikan sebagai produk termurah Suzuki usai dihentikannya penjualan dan produksi Wagon R pada pertengahan 2022. Meski kontribusinya terhadap total penjualan Suzuki terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, model ini dinilai masih memiliki ceruk pasar tersendiri. Suzuki S-Presso di GJAW 2024 Data Penjualan Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan dari pabrik ke diler atau wholesales S-Presso sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.572 unit. Angka ini turun tajam dibandingkan 2024 yang mencapai 2.895 unit, serta 2023 sebanyak 3.617 unit. Sejalan dengan penurunan volume, kontribusi S-Presso terhadap total penjualan Suzuki juga ikut menyusut. Pada 2025, porsi S-Presso hanya 2,37 persen dari total wholesales merek yang mencapai 66.345 unit. Sebagai pembanding, pada 2024 kontribusi model ini masih berada di level 4,33 persen dari total wholesales Suzuki sebanyak 66.809 unit. Bahkan di 2023, S-Presso sempat menyumbang sekitar 4,4 persen terhadap total penjualan Suzuki secara nasional. "Meski demikian, sampai dengan saat ini kita lihat penawaran (S-Presso) diterima dengan lumayan. Kalau kita lihat per bulannya ya ada sekitar 200-300 unit,” kata Dony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang