Memasuki tahun 2026, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menilai pasar sepeda motor domestik masih menyimpan potensi pertumbuhan, meski dibayangi berbagai tantangan ekonomi. Dinamika kebijakan fiskal, kondisi global, hingga daya beli masyarakat menjadi faktor yang akan sangat menentukan arah pasar sepanjang tahun ini. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan yang mulai diterapkan oleh sejumlah pemerintah daerah sejak awal tahun. Ilustrasi Suzuki Address di diler Suzuki Kebijakan tersebut dikhawatirkan menjadi ujian pertama bagi industri sepeda motor, terutama dalam menjaga permintaan tetap stabil di tengah tekanan biaya kepemilikan kendaraan. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan pihaknya memahami kebutuhan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan. Namun, ia berharap kebijakan opsen dapat dibarengi dengan insentif agar tidak membebani konsumen secara berlebihan. ”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit, dalam keterangan resminya. Ilustrasi booth Yamaha yang memajang Gear Ultima di PRJ 2025 Pada sisi lain, peran lembaga pembiayaan dinilai masih menjadi penopang penting bagi industri. Dukungan pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan diyakini mampu mendorong realisasi penjualan, terutama di segmen konsumen yang mengandalkan skema kredit untuk memiliki sepeda motor. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, AISI memperkirakan pasar sepeda motor nasional pada 2026 akan bergerak relatif stabil. Proyeksi ini didasarkan pada evaluasi kondisi ekonomi, tantangan kebijakan, serta potensi permintaan yang masih terjaga. Kawasaki KLX 230 Sherpa meluncur di Jakarta Fair 2025 ”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” kata Sigit. Sebagai catatan, sepanjang 2025 penjualan sepeda motor nasional mencapai 6.412.769 unit. Capaian tersebut tumbuh sekitar 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pijakan optimisme AISI bahwa, meski laju pertumbuhan tidak agresif, pasar sepeda motor Indonesia masih memiliki ketahanan yang cukup baik menghadapi dinamika ekonomi pada 2026. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang