Kondisi ekonomi saat ini memaksa para pemilik mobil untuk memutar otak demi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Paling ideal memang menggunakan BBM dengan spesifikasi yang sesuai dengan rekomendasi mesin. Namun, melihat harga BBM yang terus merambat naik, rasanya wajar jika banyak pengemudi yang mencari efisiensi lebih dari kendaraan harian mereka. Saluran masuk (in) dan keluar (ex) dirapihkan agar udara dan bahan bakar mengalir maksimal. Sebenarnya, pemilik mobil bisa mengawali efisiensi dari hal mendasar, yakni mengubah cara berkendara. Langkah ini dinilai paling efektif untuk menekan konsumsi BBM. Namun jika menginginkan hasil yang lebih signifikan, modifikasi di sektor mesin bisa menjadi pertimbangan. Jalur Bahan Bakar Kamal, Pemilik Bengkel Kafka di Bogor, menjelaskan bahwa salah satu jenis modifikasi mekanis yang bisa membantu mengurangi konsumsi BBM adalah porting & polish. “Porting & polish, lubang masuk dan keluar mesin dibuat mulus, bikin mengkilat, segala macam. Itu ada biayanya bisa Rp 10 juta sampai belasan juta rupiah,” kata Kamal kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2026). Menurut Kamal, tingginya biaya tersebut bukan hanya terletak pada ongkos pengerjaan (labor), melainkan pada proses riset dan pengembangannya. Menemukan perhitungan paling efisien mulai dari seberapa besar bagian yang dipapas, sudut kemiringan, hingga tingkat kehalusannya membutuhkan kepakaran dan tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. “Itu pengaruh 100 persen, semua, performa iya, konsumsi BBM iya. Karena pabrik tidak mungkin mengkorek (merapikan) bekas casting jalur masuk dan keluar mesin satu per satu,” ucap dia. Ia menambahkan, porting & polish terbukti mampu meningkatkan tenaga mesin secara signifikan, sehingga kendaraan terasa lebih responsif namun tetap irit untuk pemakaian harian. Suzuki Ertiga yang turun mesin karena overheat Investasi Efisiensi Performa Mesin Meski membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, proses porting & polish menjadi langkah modifikasi yang rasional bagi pemilik kendaraan yang menginginkan peningkatan performa nyata sekaligus efisiensi bahan bakar. Namun, mengingat pengerjaannya membutuhkan riset presisi dan ketelitian tinggi, pastikan proses ini dilakukan oleh teknisi tepercaya agar hasil yang diperoleh maksimal dan tetap aman untuk penggunaan harian.